Lonjakan pengunjung terjadi karena masyarakat berburu berbagai kebutuhan menjelang perayaan Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi.
Kepadatan arus kendaraan sudah terlihat sejak pintu masuk utama hingga jalan-jalan protokol di kawasan pasar.
Kemacetan panjang tidak terelakkan akibat meningkatnya volume kendaraan serta area parkir yang dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat milik pengunjung.
Fenomena ini merupakan pemandangan rutin setiap menjelang Lebaran. Warga berbondong-bondong datang untuk membeli berbagai kebutuhan, mulai dari bahan pangan pokok, aneka kue kering, pakaian baru, hingga perlengkapan ibadah.
Antusiasme masyarakat diperkirakan masih akan berlanjut. Berdasarkan pola belanja masyarakat Minangkabau, kepadatan di pusat ekonomi terbesar di Kota Padang ini diprediksi terjadi hingga hari terakhir Ramadan atau malam takbiran.
Warga Berburu Bahan Masakan Lebaran
Destina (46), salah seorang pengunjung yang ditemui pada Sabtu (14/3/2026), mengaku sengaja datang untuk membeli bahan masakan Lebaran.
Ia terlihat memilih daging sapi segar dan santan yang akan diolah menjadi Rendang, hidangan yang umum disajikan saat hari raya.
Selain bahan makanan, ia juga membeli pakaian baru dan perlengkapan salat untuk keluarganya.
Menurut Destina, Pasar Raya Padang tetap menjadi pilihan utama karena menyediakan berbagai kebutuhan dalam satu tempat.
“Saya lebih memilih ke Pasar Raya karena pilihannya banyak dan harganya jauh lebih murah dibandingkan swalayan. Meskipun harus berdesakan dan macet, itu sudah biasa kalau mau Lebaran, yang penting semua kebutuhan terpenuhi,” ujarnya.
Tawar-menawar Jadi Daya Tarik
Hal serupa disampaikan Sarni (50) yang berbelanja pada Minggu (15/3/2026). Ia menilai pasar tradisional tetap menarik karena adanya proses tawar-menawar dengan pedagang.
Menurutnya, berbelanja di pasar rakyat juga terasa lebih hemat karena tidak ada tambahan pajak seperti di toko modern atau swalayan. Kondisi ini membuat masyarakat tetap menjadikan pasar sebagai tujuan utama berbelanja.
“Di sini kita bisa menawar sampai dapat harga yang pas. Pilihannya juga beragam, dari yang murah sampai yang mahal ada semua. Selain itu, belanja di sini tidak pakai pajak-pajak segala, jadi uangnya bisa cukup untuk beli kebutuhan lain,” kata Sarni.
Pedagang Rasakan Lonjakan Omzet
Lonjakan jumlah pengunjung membawa dampak positif bagi pedagang di Pasar Raya Padang. Triandi (43), seorang pedagang sembako, mengaku omzet penjualannya meningkat dibandingkan hari-hari biasa pada awal Ramadan.
Menurut Triandi, peningkatan jumlah pembeli sudah mulai terasa sejak sepekan terakhir. Namun, puncak keramaian terjadi pada akhir pekan ini.
Ia mengaku telah menambah stok barang dagangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari pembeli.
“Peningkatan pengunjung memang cukup tinggi tahun ini. Saya tidak heran lagi karena memang setiap menjelang Lebaran kondisinya selalu ramai seperti ini. Ini adalah masa panen bagi kami para pedagang di Pasar Raya,” ujar Triandi.(*)
Editor : Hendra Efison