Kasus yang viral di media sosial ini terjadi saat kunjungan wisatawan meningkat pada libur Lebaran 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Sani, menyatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satpol PP dan kepolisian untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Pelaku Masih Dalam Penyelidikan
Yudi mengatakan hingga saat ini identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan aparat terkait.
“Kasus ini baru viral kemarin, dan kita langsung koordinasi dengan Satpol PP serta kepolisian untuk penanganannya,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mempercepat penanganan kasus serupa.
Imbauan Gunakan Saluran Resmi
Masyarakat diminta segera melaporkan kejadian melalui hotline pariwisata atau call center 112 agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau masyarakat melapor melalui hotline atau call center 112, kita bisa langsung tindak lanjuti. Jangan menunggu viral dulu,” tegas Yudi.
Aduan Hotel Juga Ditindaklanjuti
Selain dugaan pemalakan, Dinas Pariwisata juga menerima laporan terkait pelayanan tidak profesional di salah satu hotel saat libur Lebaran.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk klarifikasi.
Yudi menyebut pihaknya telah melakukan mediasi antara tamu dan manajemen hotel guna mencari solusi terbaik.
Hasil Klarifikasi dan Teguran
Dari hasil klarifikasi, dugaan masalah berasal dari administrasi dan miskomunikasi antara pihak hotel dan tamu.
Baca Juga: Pasar Raya Padang Kembali Lengang Usai Lebaran
Pihak hotel mengakui adanya kelalaian dalam pelayanan, termasuk insiden pembukaan pintu kamar pada dini hari.
Manajemen hotel juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada tamu.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pariwisata akan memberikan surat teguran sebagai bentuk pembinaan.
Jaga Standar Pelayanan Pariwisata
Yudi menekankan pentingnya menjaga standar pelayanan di tengah meningkatnya kunjungan wisata saat libur Lebaran.
Menurutnya, kualitas pelayanan menjadi kunci agar wisatawan tetap tertarik berkunjung kembali.
“Hospitality itu kunci. Kalau pelayanan buruk, wisatawan tentu tidak akan kembali,” ujarnya.
Ia juga mengimbau pelaku usaha untuk transparan dalam menyampaikan aturan kepada tamu serta meminta masyarakat memanfaatkan saluran pengaduan resmi.(*)
Editor : Hendra Efison