Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sungai Batang Arau Surut, Sampah Menggunung dan Kapal Kandas

Mengki Kurniawan • Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Sungai Batang Arau Padang surut, tumpukan sampah menggunung dan kapal kandas. Kondisi ini memicu bau menyengat dan sorotan wisatawan asing, Jumat (3/4/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Sungai Batang Arau Padang surut, tumpukan sampah menggunung dan kapal kandas. Kondisi ini memicu bau menyengat dan sorotan wisatawan asing, Jumat (3/4/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)

MUARO PADANG—Penurunan volume air Sungai Batang Arau di Kota Padang pada Jumat (3/4/2026) menyingkap tumpukan sampah yang menggunung di dasar sungai. Kondisi ini juga menyebabkan puluhan kapal nelayan dan kapal wisata kandas di atas lumpur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, surutnya air membuat aktivitas kapal di sepanjang aliran sungai praktis terhenti. Kapal-kapal yang biasanya bersandar di dermaga kini tidak dapat bergerak karena terperangkap di lumpur hitam.

Selain kapal kandas, pemandangan yang paling mencolok adalah hamparan sampah yang memenuhi dasar sungai. Sampah yang terlihat terdiri dari plastik, kain, hingga limbah rumah tangga.

Baca Juga: Libur Paskah 2026, KAI Sumbar Sediakan 23.376 Kursi Kereta

Kondisi ini turut merusak estetika kawasan Kota Tua yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Padang.

Bau Menyengat di Kawasan Jembatan Siti Nurbaya

Tumpukan sampah yang terpapar sinar matahari langsung juga menimbulkan bau tidak sedap. Bau menyengat tercium di sepanjang Jalan Batang Arau, khususnya di sekitar kawasan Jembatan Siti Nurbaya.

Mardian (53), warga setempat, mengatakan kondisi tersebut kerap terjadi saat air sungai surut, terutama pada musim kemarau atau ketika air laut mengalami penurunan.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun hingga 40 Persen

“Penumpukan sampah ini memang sudah sering terlihat kalau air surut. Ini bukti nyata bahwa sebagian masyarakat kita belum disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan membuang sampah ke sungai menyebabkan limbah menumpuk di muara. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan masalah pengelolaan limbah domestik yang belum optimal.

Sorotan Wisatawan Asing

Kondisi Sungai Batang Arau juga mendapat perhatian dari wisatawan mancanegara. Steve Hanson (42), turis asal Slovenia, menyayangkan kontras antara keindahan bangunan tua dengan kondisi sungai yang tercemar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 3 April 2026: Hujan Ringan, Padangpanjang Berpotensi Petir

“Kota ini punya potensi estetika yang luar biasa dengan bangunan-bangunan tuanya. Namun, sungguh disayangkan kondisi sungainya dipenuhi sampah,” katanya.

Ia menilai kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata. Menurutnya, kondisi sungai yang kotor dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan.

Pendangkalan dan Minim Penanganan

Secara teknis, pendangkalan akibat sedimentasi lumpur dan sampah menjadi kendala di Sungai Batang Arau. Saat volume air menurun, dasar sungai yang tinggi tidak mampu menopang kapal, sehingga kapal mudah kandas.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya upaya pengerukan atau pembersihan dalam skala besar di lokasi tersebut. Sampah masih tampak tersangkut di tiang dermaga dan sela-sela kapal.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak, mengingat peran Sungai Batang Arau sebagai jalur transportasi dan bagian dari kawasan wisata kota.(*)

Editor : Hendra Efison
#Sungai Batang Arau surut #sampah menggunung Padang #kapal kandas Muaro Padang #pencemaran lingkungan Kota Padang