Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Bahan Pokok di Padang Naik, Belanja Rp200 Ribu Kini Tak Cukup

Riyadhatul Khalbi • Selasa, 7 April 2026 | 14:45 WIB
Harga bahan pokok di Padang naik, belanja Rp200 ribu kini tak cukup. Warga kurangi pembelian ayam, telur, dan minyak goreng. Foto Pasar Alai Minggu (5/4/2026). (Foto: Riyadhatul Khalbi/Padeks)
Harga bahan pokok di Padang naik, belanja Rp200 ribu kini tak cukup. Warga kurangi pembelian ayam, telur, dan minyak goreng. Foto Pasar Alai Minggu (5/4/2026). (Foto: Riyadhatul Khalbi/Padeks)

PASAR ALAI—Harga sejumlah bahan pokok di Kota Padang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada pola belanja masyarakat.

Kenaikan harga mencakup berbagai komoditas seperti telur, ayam, daging, minyak goreng, gula, serta bahan dapur lainnya. Situasi ini diduga merupakan dampak dari kondisi global yang memicu ketidakstabilan perekonomian, termasuk di Indonesia.

Untuk melihat dampak langsung di lapangan, Padang Ekspres mendatangi Pasar Alai dan mewawancarai warga yang tengah berbelanja, Minggu (5/4/2026).

Afiva Zakia Nada, 25, mengaku mengetahui kenaikan harga dari pedagang saat berbelanja. Ia menyebut harga bahan pokok seperti ayam, daging, dan telur menjadi yang paling terasa meningkat.

Baca Juga: Semen Padang Bangun Rumah Alamsyur di Pauh lewat Program Bedah Rumah

“Biasanya tahu soal kenaikan harga dari pedagang. Kita tanya harga, mereka bilang sekarang sudah naik,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan juga terjadi pada bahan dapur seperti bawang. Namun, komoditas yang paling berdampak bagi dirinya adalah ayam, daging, dan telur.

Afiva mengungkapkan, dampak kenaikan harga sangat terasa pada pengeluaran harian. Jika sebelumnya membawa uang Rp200 ribu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kini jumlah tersebut hanya mampu membeli beberapa item.

“Sekarang dengan uang segitu yang terbeli barangnya cuma sedikit,” katanya.

Baca Juga: Mardiansyah Maju Ketua Alumni UBH 2026–2030, Siap Perkuat Peran Alumni

Warga Ubah Pola Belanja

Untuk mengatasi kenaikan harga, Afiva mengaku mengubah pola belanja. Ia kini berbelanja dalam frekuensi mingguan dan lebih mengatur penggunaan bahan pokok.

“Biasanya belanja tiga hari sekali, sekarang jadi seminggu sekali,” ujarnya.

Ia berharap harga bahan pokok dapat kembali stabil agar tidak membebani masyarakat.

Senada, Rahmatika Masykura, 29, mengatakan dirinya mengetahui kenaikan harga dari media sosial dan pedagang. Ia menyebut komoditas seperti telur, ayam, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan tomat mengalami kenaikan.

Menurutnya, kenaikan harga yang paling berdampak adalah pada ayam dan minyak goreng.

“Kondisi ini sangat terasa untuk keuangan, apalagi saat ekonomi tidak stabil,” ujarnya.

Rahmatika menyiasati kondisi tersebut dengan mengurangi jumlah pembelian dan melakukan penghematan pada kebutuhan yang tidak terlalu mendesak.

Baca Juga: Kisah Asyifa Rahma Fiandra, Siswa Pariaman Lolos ITB usai Belajar 5 Jam Sehari

“Sekarang saya mengurangi pembelian barang yang lagi naik dan berhemat,” katanya.

Harapan Harga Kembali Stabil

Warga berharap harga bahan pokok dapat segera kembali stabil. Kenaikan harga dinilai cukup membebani, mengingat kebutuhan pangan merupakan kebutuhan utama sehari-hari.

“Harapannya harga bisa stabil lagi, supaya tidak terlalu terasa berat saat belanja,” ujar Afiva.

Kondisi kenaikan harga ini menunjukkan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.(*)

Editor : Hendra Efison
#belanja Rp200 ribu tak cukup #Pasar Alai Padang #kenaikan harga pangan #harga bahan pokok Padang