PADEK.JAWAPOS.COM--Harga berbagai peralatan listrik dan elektronik di Padang mengalami kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini mulai dikeluhkan masyarakat karena berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pantauan di Pasar Simpang Haru menunjukkan lonjakan harga terjadi pada hampir seluruh jenis barang, mulai dari komponen instalasi listrik hingga perangkat elektronik rumah tangga.
Salah seorang pedagang, Riski (32), mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi bahkan sebelum Ramadan. Ia menyebut, hampir semua stok barang mengalami penyesuaian harga dari distributor pusat.
Baca Juga: Polres Dharmasraya Intensifkan Patroli, Jaga Keamanan di Titik Rawan Kriminal
“Semua barang naik, mulai dari kabel sampai elektronik seperti kipas angin dan rice cooker. Kami hanya menyesuaikan dari harga distributor,” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/4/2026).
Untuk kabel listrik, kenaikan harga berkisar antara Rp3.000 hingga Rp6.000 per unit atau per meter, tergantung kualitas dan merek. Sementara itu, barang elektronik seperti kipas angin dan rice cooker mengalami kenaikan antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per unit.
Riski menjelaskan, salah satu faktor utama kenaikan harga adalah dampak dari meningkatnya biaya distribusi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Biaya logistik dari pusat pemasok di Medan menjadi lebih tinggi, sehingga berdampak langsung pada harga jual di tingkat pedagang.
Baca Juga: Musda BKMT Solok 2026, Zulkifli Terpilih sebagai Ketua Periode 2026–2031
“Sebagai pedagang kecil, kami tidak punya pilihan selain menaikkan harga. Kalau tidak, usaha tidak bisa berjalan,” katanya.
Kenaikan harga ini turut memengaruhi daya beli masyarakat. Banyak konsumen yang mengaku terkejut dengan harga baru dan memilih menunda pembelian, bahkan memperbaiki peralatan lama dibanding membeli yang baru.
Kondisi tersebut dirasakan paling berat oleh masyarakat menengah ke bawah. Selisih harga belasan ribu rupiah dinilai cukup signifikan, terutama di tengah kebutuhan pokok lain yang juga mengalami kenaikan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 8 April 2026: Awan Tebal Dominasi 7 Kota
Riski mengakui, sejak harga naik, terjadi penurunan jumlah pembeli. Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga, khususnya dengan menekan biaya distribusi.
“Saya berharap harga BBM bisa kembali normal. Kalau ongkos angkut turun, semoga harga barang elektronik juga ikut stabil,” tutupnya. (*)
Editor : Adetio Purtama