Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fadly Amran Ajak ASN Berani Lakukan Perubahan, Tanpa Tunggu Instruksi Atasan

Heri Sugiarto • Kamis, 23 April 2026 | 22:23 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator di Bukittinggi.(Foto: Prokopim)
Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator di Bukittinggi.(Foto: Prokopim)

PADEK.JAWAPOS.COM – Wali Kota Padang Fadly Amran menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digelar di Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintah Dalam Negeri I, Bukittinggi, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini diikuti 82 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di Sumatera Barat, Riau, dan Sumatera Utara.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumbar, Riau, dan Sumatera Utara. Kehadiran Wali Kota Padang sebagai pemateri menjadi bagian dari penguatan kompetensi ASN dalam kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

Dalam paparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa perubahan adalah fondasi utama bagi organisasi untuk berkembang.

Ia menilai kemajuan mustahil tercapai jika cara kerja tidak ikut beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kalau kita berbicara tentang kemajuan, salah satu hal yang tidak bisa dihindari adalah perubahan. Tidak mungkin kita bisa maju jika cara kerja kita dari waktu ke waktu tidak berubah,” ujarnya.

Menurut Fadly, langkah awal perubahan dimulai dari kemampuan pemimpin memahami akar persoalan. Pemimpin harus mengetahui apa yang perlu diperbaiki serta menyediakan solusi yang jelas untuk masyarakat.

“Seorang pemimpin itu harus paham akar masalah. Ketika sebuah masalah sampai ke meja kita, itu artinya orang sedang mencari solusi. Jangan sampai masyarakat pulang tanpa kejelasan,” tegasnya.

Fadly Amran juga menyoroti pentingnya dua aspek utama reformasi birokrasi: digitalisasi dan perubahan mindset. Digitalisasi dinilai dapat memperkuat sistem meritokrasi dan mencegah praktik tidak sehat dalam pengambilan keputusan.

“Saya berharap Bapak dan Ibu semua, sebagai calon pemimpin ke depan, memiliki integritas yang tinggi. Dengan sistem yang kuat dan digitalisasi, siapapun pemimpinnya tidak bisa semena-mena dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.

Ia mendorong peserta PKA untuk membangun pola pikir modern yang berorientasi pada pelayanan dan inovasi, sesuai tuntutan birokrasi masa kini.

Menutup sesinya, Fadly Amran mengajak para ASN untuk berani memulai perubahan tanpa harus menunggu instruksi atasan.

Ia juga mendorong aparatur agar terus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan yang tersedia baik di tingkat daerah maupun kementerian.

“Saya berharap seluruh aparatur dapat mengikuti pelatihan-pelatihan yang telah ditetapkan. Sehingga aparatur kita benar-benar teruji, memiliki kapasitas, dan memiliki semangat untuk terus belajar dan melayani yang baik,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Heri Sugiarto
#PKA Bukittinggi #pelatihan kepemimpinan #ASN Sumbar #fadly amran #reformasi birokrasi