PADEK.JAWAPOS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem peringatan dini bencana di Sumatera Barat dengan memasang teknologi High Frequency (HF) Radar di kawasan pesisir Kota Padang. Perangkat canggih tersebut ditempatkan di area Masjid Al-Hakim.
Instalasi yang tampak seperti tiang antena berwarna merah putih ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana, khususnya untuk memantau potensi gelombang tsunami secara real-time di wilayah rawan gempa.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa pemasangan alat ini sangat krusial mengingat pesisir Sumatera Barat berada di dekat zona megathrust Mentawai yang berpotensi memicu gempa besar.
Menurutnya, HF Radar mampu memantau aktivitas laut hingga jarak 147 kilometer dari garis pantai. Teknologi ini dinilai jauh lebih unggul dibandingkan perangkat sebelumnya seperti tide gauge.
Baca Juga: Dana Rehabilitasi Lahan Pertanian Solok Segera Cair, 68 Hektare Sawah Terdampak Banjir Bandang
“Dengan memanfaatkan data dari radar ini, kita memiliki durasi warning tsunami yang lebih panjang. Kita dapat memonitor aktivitas di zona megathrust Mentawai dengan akurasi yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Keunggulan utama alat ini terletak pada kecepatan dan jangkauan deteksi, sehingga memberikan “golden time” atau waktu emas yang lebih panjang bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri sebelum gelombang mencapai daratan.
Selain untuk mitigasi bencana, radar ini juga memiliki manfaat lain bagi aktivitas kelautan.
Data yang dihasilkan mencakup pergerakan gelombang, arah, hingga kecepatan arus laut secara akurat, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung navigasi pelayaran di perairan Sumatera Barat.
Baca Juga: Banjir Bandang Putus Akses di Tanahdatar, Jembatan Aramco Tertimbun dan Jalan Rusak 300 Meter
Suaidi menambahkan, pemasangan HF Radar ini merupakan hasil kolaborasi antara BMKG dengan pengelola Masjid Al-Hakim.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas tersebut demi kepentingan bersama.
“Kami memohon bagi masyarakat untuk menjaga alat ini demi keselamatan bersama. Ini adalah investasi kita untuk meminimalisir risiko bencana di masa depan,” katanya.
Dengan kehadiran teknologi ini, kesiapsiagaan Sumatera Barat dalam menghadapi potensi bencana laut diharapkan semakin meningkat, didukung oleh data pemantauan yang lebih akurat serta sistem peringatan dini yang lebih optimal.(*)
Editor : Hendra Efison