Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemko Padang Kembali Gunakan Barcode untuk Pembagian Daging Kurban ASN 2026

Hendra Efison • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:46 WIB
Pemko Padang kembali memakai sistem barcode untuk pembagian daging kurban ASN 2026 guna mencegah antrean panjang dan kupon ganda.
Pemko Padang kembali memakai sistem barcode untuk pembagian daging kurban ASN 2026 guna mencegah antrean panjang dan kupon ganda.

PADEK.JAWAPOS.COM –Pemerintah Kota Padang kembali menerapkan sistem barcode untuk pembagian daging kurban Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Iduladha 2026 guna mencegah antrean panjang, kupon ganda, dan penumpukan massa di lokasi pembagian.

Ketua Panitia Kurban Pemko Padang, Didi Aryadi mengatakan sistem digital tersebut kembali digunakan setelah dinilai efektif saat uji coba pada 2025 lalu.

“Sistem barcode ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Hasilnya efektif, makanya tahun ini kita terapkan lagi untuk memudahkan para peserta,” ujar Didi Aryadi, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, penggunaan barcode menjadi solusi untuk mengatasi berbagai persoalan yang sebelumnya kerap terjadi saat pembagian daging kurban secara manual.

Baca Juga: BMKG: Prakiraan Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini Didominasi Hujan Ringan

Sebelum sistem digital diterapkan, panitia sering menemukan dugaan penggandaan kupon fisik oleh oknum tertentu. Selain itu, antrean panjang di kawasan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian juga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Kasubag Bina Mental Bagian Kesra Setdako Padang, Zul Asfi Lubis mengungkapkan kondisi pembagian daging kurban sebelumnya kerap menimbulkan penumpukan massa di satu lokasi.

“Dulu pengambilan daging menumpuk di satu titik, kawasan RPH Dinas Pertanian sampai macet total,” katanya.

Dalam sistem baru tersebut, setiap peserta kurban mendapatkan satu barcode yang ditunjukkan kepada petugas melalui telepon genggam saat pengambilan daging di RPH.

Baca Juga: Huntap Mandiri dan Terpadu di Tanahdatar Dipercepat, Warga Siapkan Lahan Sendiri

Barcode kemudian dipindai petugas dan secara otomatis terkunci setelah digunakan sehingga tidak dapat dipakai lebih dari satu kali.

Melalui sistem ini, setiap peserta kurban berhak menerima 1,5 kilogram daging kurban dengan proses distribusi yang lebih cepat dan tertib.

Selain mengedepankan digitalisasi, Pemko Padang juga menerapkan pembagian daging kurban menggunakan wadah higienis dan ramah lingkungan tanpa kantong plastik.

Penerapan sistem barcode tersebut diharapkan membuat distribusi daging kurban lebih transparan, efisien, dan nyaman bagi ASN maupun masyarakat sekitar lokasi pembagian.(*)

Editor : Hendra Efison
#barcode kurban Padang #pembagian daging kurban ASN #sistem barcode kurban #daging kurban 2026 #pemko padang