PADEK.JAWAPOS.COM— PT Semen Padang membantu sekitar 3.000 zak semen untuk mendukung betonisasi jalan menuju kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Puncak Labuang di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat sejak 2023.
Program betonisasi jalan tersebut dikerjakan melalui gotong royong masyarakat hampir setiap akhir pekan. Hingga Mei 2026, jalan yang telah dibetonisasi mencapai sekitar dua kilometer dengan lebar dua hingga tiga meter dan ketebalan sekitar 13 hingga 14 sentimeter.
Ketua Forum Pemberdayaan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan bantuan semen dari PT Semen Padang sangat membantu masyarakat dalam membuka akses menuju kawasan pertanian warga di Puncak Labuang.
“Seluruh pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Namun, perjuangan ini tidak berjalan sendiri. PT Semen Padang turut membantu dengan memberikan bantuan sekitar 3.000 zak semen,” ujar Desi saat ditemui di sela kegiatan gotong royong pengecoran Jalan Puncak Labuang, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: 9 Perusahaan Sumbar Raih Penghargaan Menaker, Komitmen Cegah HIV/AIDS di Tempat Kerja
Menurut Desi, sebelum jalan dibetonisasi, masyarakat harus menghadapi medan berat dan licin untuk mencapai lahan pertanian mereka.
Bahkan, peladang harus berjalan kaki hingga enam jam untuk menuju ladang, terutama saat musim hujan ketika jalan berubah menjadi kubangan lumpur.
“Tidak sedikit peladang yang terjatuh ketika membawa hasil panen menuju pasar karena kondisi jalan yang berlumpur dan sulit dilalui. Kalau hujan, jalan berubah jadi kubangan lumpur. Membawa hasil panen sangat sulit,” katanya.
Kini, akses menuju kawasan pertanian mulai berubah signifikan. Jalan beton memungkinkan masyarakat menjangkau ladang menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar 15 hingga 20 menit.
“Sekarang akses sudah jauh lebih mudah. Masyarakat bisa membawa hasil panen dengan cepat dan aman. Ini sangat membantu aktivitas ekonomi warga,” ujar Desi.
Jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju lahan pertanian yang ditanami berbagai komoditas unggulan seperti manggis, durian, cengkeh, jeruk, dan kopi.
Sebelum akses diperbaiki, banyak lahan pertanian tidak tergarap karena sulit dijangkau kendaraan.
“Sekarang masyarakat mulai semangat kembali menggarap ladangnya. Kalau dulu banyak lahan yang dibiarkan begitu saja karena aksesnya sulit dilalui kendaraan,” tuturnya.
Baca Juga: Tiga Siswa SMPN 1 Padang Raih Prestasi Nasional di KOSSMI 2026
Apresiasi terhadap dukungan PT Semen Padang juga disampaikan Ketua Forum Anak Nagari Limau Manis, Eka Putra Kurniadi. Ia menyebut perusahaan semen tersebut konsisten membantu kebutuhan masyarakat di kawasan Limau Manis.
Menurut Eka, PT Semen Padang tidak hanya membantu betonisasi Jalan Puncak Labuang, tetapi juga mendukung pengecoran Jalan Bantcah di Kelurahan Limau Manis Selatan sepanjang lebih dari tiga kilometer.
“Tidak hanya Jalan Puncak Labuang yang dibantu, di Limau Manis Selatan PT Semen Padang juga mendukung pengecoran Jalan Bantcah sepanjang lebih dari tiga kilometer. Untuk itu, kami juga menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Padang atas kontribusi yang dinilai sangat membantu masyarakat,” kata Eka.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan bantuan semen untuk pembangunan jalan di HKm Puncak Labuang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 12 Mei 2026, Padang Panjang Berpotensi Hujan Petir
“Bagi kami, bukan soal berapa banyak semen yang diberikan, tetapi bagaimana dampaknya terhadap kehidupan para peladang. Ketika akses jalan membaik, ekonomi bergerak, dan masyarakat lebih sejahtera, di situlah nilai sebenarnya dari bantuan ini,” ujar Win.
Ia menegaskan pembangunan tidak selalu harus berupa proyek besar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap akses masyarakat yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Staf TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menambahkan bantuan betonisasi jalan tersebut sejalan dengan program pembangunan ekonomi berbasis masyarakat yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Bagi orang luar, jalan beton ini mungkin hanya jalur kecil di tengah hutan. Tapi bagi peladang Puncak Labuang, jalan ini adalah simbol harapan — harapan yang tumbuh dari tanah sendiri, dibangun dengan tangan sendiri, dan dipupuk oleh semangat gotong royong yang tak pernah padam,” katanya.
Program betonisasi jalan di Puncak Labuang menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat dan dunia usaha dalam memperkuat akses pertanian serta membuka peluang pengembangan agrowisata.
Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai mempercepat distribusi hasil panen dan mendorong peningkatan ekonomi warga Limau Manis.(*)
Editor : Hendra Efison