PADEK.JAWAPOS.COM–Intensitas hujan yang meningkat tajam di kawasan hulu mengakibatkan kenaikan debit air yang berarti pada aliran Sungai Lubukparaku, Kota Padang, Rabu sore (13/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, luapan air mulai menggenangi area pemukiman warga di wilayah Tarantang, Kecamatan Lubukkilangan, sekitar pukul 15.30 WIB.
Kondisi ini terpantau melalui laporan warga di media sosial. Akun TikTok @desi1329 melaporkan bahwa banjir mulai menggenangi kawasan Jalan Kampung Jua, Tarantang.
Meskipun air belum sepenuhnya masuk ke dalam bangunan rumah, genangan setinggi teras telah mulai mengancam keselamatan warga.
Baca Juga: Pasar Murah Dharmasraya Diserbu Warga Meski Hujan, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar
"Terjadi banjir, belum masuk rumah tapi hampir. Di teras air sudah tinggi. Beruntung pondasi rumah saya cukup tinggi," ungkapnya dari lokasi Perumahan Taman Andalusia.
Kondisi serupa dilaporkan oleh akun @Juliana-Leo, yang menyebutkan pemukiman di sekitarnya telah kebanjiran di tengah suasana cuaca yang mulai gelap.
Ia menyampaikan bahwa besarnya debit air sungai menjadi penyebab utama air meluap hingga mencapai area tempat tinggal warga.
Menanggapi situasi ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada pukul 15.50 WIB.
Baca Juga: Waspada Gelombang 4 Meter di Perairan Sumbar, BMKG: Berisiko Bagi Kapal Ferry
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih akan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.
Sebanyak 11 kecamatan di Kota Padang, termasuk Lubukkilangan, Pauh, dan Kuranji, masuk dalam zona waspada.
Selain Kota Padang, peringatan dini ini juga mencakup sejumlah wilayah lain seperti Pesisir Selatan, Solok, Tanahdatar, hingga Kepulauan Mentawai, dengan potensi perluasan ke Padangpanjang dan Payakumbuh.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Divre II Sumbar Perkuat Pemeriksaan Jalur dan Sarana KA
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Ia menekankan agar warga berhati-hati terhadap risiko pohon tumbang, genangan air, dan tanah longsor di tengah cuaca ekstrem ini.
"Warga diharapkan tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta laporan resmi pemerintah daerah," kata Hendri, Rabu sore.
BPBD meminta masyarakat segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan call center Padang Sigap di nomor 112 (bebas pulsa), atau melalui nomor BPBD Kota Padang di (0751) 778775 dan pesan WhatsApp ke 085891522181 guna mempercepat penanganan di lapangan. (cc1)
Editor : Hendra Efison