PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM—Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung melaksanakan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Pasumpahan, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kota Padang, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kegiatan kolaboratif yang berlangsung pada Kamis (4/6) itu melibatkan pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta kelompok masyarakat pesisir untuk memperkuat upaya konservasi laut di Sumatera Barat.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada kawasan pesisir yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati tinggi.
Selain itu, rehabilitasi terumbu karang diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas sumber daya laut bagi masyarakat sekitar.
Pertamina Gunakan Metode ARC untuk Rehabilitasi Terumbu Karang
Kegiatan transplantasi menggunakan metode Artificial Reef Concrete (ARC), yakni teknik rehabilitasi dengan memanfaatkan struktur beton sebagai media tumbuh fragmen karang. Fragmen yang sehat diambil dari sumber yang sesuai, kemudian dipasang pada kerangka ARC untuk dikembangkan menjadi habitat baru berbagai biota laut.
Pulau Pasumpahan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan tersebut memiliki potensi ekosistem laut yang kaya dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan pesisir Teluk Kabung Selatan. Dengan meningkatnya tutupan karang, habitat ikan dan organisme laut lainnya diharapkan ikut pulih sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian laut.
"Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem laut. Melalui transplantasi terumbu karang ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap upaya rehabilitasi lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut," ujarnya.
Libatkan Pemerintah dan Masyarakat Pesisir
Lurah Teluk Kabung Selatan, Darusman, mengapresiasi langkah Pertamina yang memilih wilayahnya sebagai lokasi rehabilitasi terumbu karang. Menurutnya, keberadaan ekosistem karang yang sehat akan mendukung kehidupan biota laut dan memberi dampak positif bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
"Kami berterima kasih kepada Pertamina telah melakukan kegiatan ini di Teluk Kabung Selatan, semoga dengan adanya transplantasi terumbu karang sebagai rumah biota laut dapat bermanfaat bagi masyarakat kami yang bekerja sebagai nelayan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Marwan, menilai Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menunjukkan peran aktif dalam pelestarian kawasan pesisir.
"Kami memberikan apresiasi pada Pertamina atas kegiatan konservasi kawasan pesisir dan peran aktifnya dalam pengembangan terumbu karang di Sungai Pisang ini," ujarnya.
Dukung Target SDGs 14 Ekosistem Laut
Program transplantasi terumbu karang juga melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Teluk Olo Sungai Pisang serta Human Initiative. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan itu menjadi bagian dari penguatan peran komunitas dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut.
Melalui sinergi antara pemerintah, perusahaan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan warga pesisir. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14 tentang pelestarian ekosistem laut dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison