PADEK.JAWAPOS.COM — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Belanti memperkuat pengawasan keselamatan ketenagalistrikan di kawasan wisata Pantai Taplau, Kota Padang. Sebanyak 70 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Tim Pengendalian Susut UP3 Padang, Tim Teknik ULP Belanti, serta aparat Kepolisian.
Penertiban difokuskan pada pemeriksaan instalasi dan penggunaan tenaga listrik oleh para pedagang yang beraktivitas di sepanjang kawasan wisata Pantai Taplau.
Langkah ini dilakukan menyusul masih ditemukannya penggunaan listrik yang tidak sesuai prosedur dan berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan.
Kondisi tersebut dinilai dapat memicu bahaya serius, mulai dari korsleting hingga kebakaran yang mengancam pedagang maupun wisatawan.
Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik untuk Lindungi Masyarakat
Manager PLN UP3 Padang, Dian Widiana Kuswara, mengatakan kegiatan P2TL merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keselamatan masyarakat dari risiko kecelakaan ketenagalistrikan.
Menurutnya, kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat membutuhkan perhatian khusus terhadap aspek keamanan listrik. Instalasi yang tidak memenuhi standar berpotensi menimbulkan insiden yang dapat merugikan banyak pihak.
"Langkah ini murni merupakan upaya kami bersama stakeholder terkait untuk melindungi masyarakat, baik para pedagang maupun wisatawan yang berkunjung ke Pantai Taplau.
Aliran listrik yang tidak sesuai standar sangat berisiko memicu kecelakaan ketenagalistrikan, mulai dari korsleting hingga kebakaran," ujar Dian.
Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan pemahaman kepada pengguna listrik mengenai pentingnya memanfaatkan tenaga listrik sesuai ketentuan yang berlaku.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan dalam penggunaan listrik.
PLN Tekankan Aspek Edukasi dan Pencegahan
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ajrun Karim, menegaskan bahwa Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik bukan sekadar penegakan aturan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk mencegah risiko kecelakaan listrik di ruang publik.
Ia menilai kawasan wisata memiliki tingkat aktivitas yang tinggi sehingga memerlukan sistem kelistrikan yang aman dan andal. Karena itu, PLN terus berupaya memastikan seluruh pemanfaatan tenaga listrik berlangsung sesuai standar keselamatan.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama PLN. Kami tidak ingin ada potensi bahaya yang timbul akibat penggunaan instalasi listrik yang tidak sesuai standar, terlebih di kawasan wisata yang setiap hari menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dan wisatawan," kata Ajrun.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab PLN dalam memastikan layanan kelistrikan dimanfaatkan secara aman, andal, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sinergi PLN, Pemda dan Kepolisian
Ajrun juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padang, Bapenda, serta aparat Kepolisian yang ikut bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Kolaborasi lintas instansi dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pariwisata daerah. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, potensi gangguan kelistrikan dapat diminimalkan sejak dini.
Sementara itu, keberadaan Pantai Taplau sebagai salah satu destinasi favorit di Kota Padang membuat aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
Melalui langkah preventif tersebut, PLN berharap kawasan wisata ini tidak hanya menawarkan kenyamanan dan daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga terbebas dari potensi bahaya kelistrikan.
Upaya bersama antara PLN, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum diharapkan mampu menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Pantai Taplau dapat berlangsung dengan baik dan berkelanjutan.(*)
Editor : Hendra Efison