PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kota Padang terus mempercepat digitalisasi pendataan bantuan sosial (bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Hingga Jumat (10/7/2026), sebanyak 41.016 kepala keluarga (KK) atau 13,50 persen dari 303.000 KK pada desil 1 hingga desil 10 telah mendaftarkan diri ke sistem tersebut.
Perlinsos merupakan sistem digital yang dikembangkan pemerintah untuk mendukung pendataan dan penyaluran bantuan sosial secara lebih terintegrasi. Melalui sistem ini, pemerintah menargetkan data penerima bansos menjadi lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Bansos yang termasuk dalam Perlinsos meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT / Kartu Sembako), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Kota Padang menjadi satu dari 43 kabupaten/kota di Indonesia yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri sebagai piloting project digitalisasi bantuan sosial. Program ini disiapkan untuk mendukung penerapan penuh sistem digital pada 2027.
Dinsos Padang Genjot Sosialisasi Perlinsos
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, mengatakan Dinas Sosial terus memperluas sosialisasi agar semakin banyak masyarakat segera mendaftarkan diri ke Portal Perlinsos.
Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dan optimalisasi agen yang tersebar hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
"Sampai Jumat pagi, 10 Juli 2026, warga kota yang sudah terdaftar dan mendaftarkan diri itu sebanyak 41.016 KK dari 303.000 KK warga Kota Padang yang berada di desil 1 sampai dengan desil 10. Artinya, kita saat ini sudah berada di angka 13,50 persen," jelas Eri Sendjaya di Kantor Dinas Sosial Kota Padang, Jumat (10/7/2026).
Pendaftaran Perlinsos Gratis, Bisa Mandiri atau Lewat Agen
Eri menjelaskan masyarakat yang memiliki telepon pintar dapat melakukan pendaftaran secara mandiri. Sementara bagi warga yang belum memiliki smartphone, Dinas Sosial telah menyiapkan layanan melalui agen resmi yang tersebar di seluruh wilayah Kota Padang.
Agen tersebut meliputi kantor lurah, pengurus RW, pengurus Smart Surau, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga Kasi Kesejahteraan Sosial di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani, Dinas Sosial juga menerapkan strategi jemput bola melalui pendamping dan kader di lapangan.
"Kami juga berharap para kader dapat menyebarluaskan informasi ini. Jika memang tidak bisa dikumpulkan di satu tempat, mau tidak mau kita harus bergerak door to door untuk memastikan seluruh warga terdaftar. Sistem verifikasi validasi (verval) ini tersistem dengan baik agar tepat sasaran, dan pendaftarannya sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis," ujarnya.
Tiga Syarat Pendaftaran Perlinsos
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Padang, Syaiful Andri, mengatakan proses pendaftaran mandiri dirancang sederhana agar mudah dilakukan masyarakat.
Pendaftaran dan pembaruan data secara mandiri melalui laman resmi https://perlinsos.kemensos.go.id/.
Menurutnya, masyarakat hanya perlu menyiapkan tiga komponen identitas yang telah terintegrasi secara nasional. "Penginputannya cukup mudah, masyarakat cukup mengisikan NIK, kemudian PIN IKD. Untuk penginputan mandiri ini, masyarakat memang wajib sudah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) karena sistem meminta PIN IKD tersebut. Setelah itu, tinggal menginput ID PLN. Cukup tiga komponen itu saja," jelas Syaiful Andri.
Tiga syarat yang harus disiapkan saat mendaftar Perlinsos meliputi: Nomor Induk Kependudukan (NIK), PIN Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang telah diaktifkan dan ID pelanggan PLN.
Digitalisasi Ditargetkan Wujudkan Data Bansos yang Lebih Akurat
Dinas Sosial Kota Padang optimistis proses migrasi dari pendataan manual menuju sistem digital dapat berjalan sesuai target melalui sosialisasi yang terus diperluas dan dukungan agen di lapangan.
Digitalisasi Perlinsos diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendataan penerima bantuan sosial sekaligus menghilangkan tumpang tindih data penyaluran bansos di Kota Padang pada masa mendatang.(*)
Editor : Heri Sugiarto