Kemendagri Puji Pemulihan Pascabencana Kota Padang, Target 500 Huntap Berjalan Cepat

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 23:41 WIB
Tim Kemendagri meninjau pembangunan Huntap di Balai Gadang dan mengapresiasi Kota Padang sebagai percontohan pemulihan pascabencana.(Foto: Diskominfo)
Tim Kemendagri meninjau pembangunan Huntap di Balai Gadang dan mengapresiasi Kota Padang sebagai percontohan pemulihan pascabencana.(Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM – Tim monitoring pemerintah pusat mengapresiasi percepatan pemulihan pascabencana di Kota Padang. Dalam pemantauan penggunaan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) serta pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Kota Padang dinilai menjadi daerah model yang berhasil dalam penanganan pascabencana berdasarkan berbagai indikator yang dipantau pemerintah pusat.

Monitoring dilakukan di kawasan Huntap Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (20/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Horas Maurits Panjaitan, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Perkim Tri Hadiyanto, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, serta Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri.

Tim monitoring menyebut progres pemulihan pascabencana di Kota Padang menunjukkan perkembangan yang sangat baik berdasarkan dasbor pemantauan Satgas pusat yang mengukur 38 indikator.

Keseriusan penanganan terlihat dari berbagai sektor, mulai dari pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara), ketepatan penyaluran dana tunggu hunian, efektivitas distribusi bantuan sosial, program pemulihan lahan sawah, hingga rehabilitasi dan normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah daerah.

Kota Padang juga memegang target pembangunan Huntap terbesar di Sumatera Barat, yakni lebih dari 500 unit atau sekitar seperempat dari total target provinsi.

Pemerintah Kota Padang menyiapkan lahan melalui dukungan TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar dan bersinergi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk mempercepat pembangunan.

Untuk kawasan Huntap Bumi Perkemahan Pramuka sendiri direncanakan dibangun sebanyak 340 unit. Saat ini, sebanyak 39 unit telah memasuki tahap finishing dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini.

"Kita mengucapkan apresiasi, Provinsi Sumatera Barat—khususnya Kota Padang—sebagai salah satu provinsi yang cukup cepat pulih di dalam pascabencana ini, dilihat dari berbagai indikator. Kami di pusat memiliki dasbor yang memonitor hampir 38 indikator dan Sumbar termasuk salah satu yang cukup bagus, termasuk juga Padang," ujar Kastorius Sinaga.

Ia menambahkan target pembangunan Huntap di Kota Padang merupakan yang terbesar di Sumatera Barat.

"Khusus di Padang, target dari pendirian Huntap itu cukup besar di seluruh provinsi, sebanyak 500-an lebih. Seperempat dari seluruh provinsi ada di Kota Padang. Maka memang melihat tadi keterangan dari Pak Sekda, nampaknya dari perencanaannya sudah sangat bagus sekali, baik dari segi target maupun dari kondisi sekarang yang sudah kita lihat," jelasnya.

Selain pemulihan pascabencana, Kastorius juga mengapresiasi solidaritas Pemerintah Kota Padang yang tetap memberikan bantuan kepada daerah lain meski juga terdampak bencana.

"Bapak Mendagri sangat mengapresiasi Kota Padang dengan semangat solidaritasnya. Karena Kota Padang juga sebagai yang terdampak dan mendapatkan TKD tambahan, menyumbang ke provinsi yang terdampak berat di Aceh. Sumbangan Kota Padang itu saya kira ada Rp5 miliar dan disumbangkan ke tiga kabupaten di Aceh," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Horas Maurits Panjaitan mengatakan Kota Padang telah menerima TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar.

Menurutnya, pemerintah pusat telah melihat progres pelaksanaan program dan persiapan penggunaan anggaran tersebut, termasuk untuk pengadaan lahan pembangunan Huntap.

"Padang telah menerima TKD tambahan yang besarnya 371,85 miliar. Dan ini kami sudah melihat progres dan juga persiapannya cukup bagus. Dan termasuk juga sebenarnya untuk lahan, untuk pengadaan lahan Huntap ini juga nantinya dibiayai dari TKD tambahan ini. Jadi kami apresiasi untuk Pemko Padang karena bisa bersinergi," kata Horas.

Ia menegaskan tim monitoring akan terus mengawal penggunaan TKD tambahan agar tepat sasaran sekaligus mempercepat realisasi program yang dinantikan masyarakat.

"Maka nanti kami akan melihat apakah semuanya sudah tepat sasaran dan tentunya TKD tambahan ini bisa melakukan realisasi percepatan, karena sangat ditunggu oleh masyarakat," ujarnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
TKD Padang Huntap Kota Padang Pemulihan Pascabencana Kemendagri kota padang