PADEK.JAWAPOS.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melaksanakan Program Pengabdian UNP Berdampak bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ikhwatunnisa di Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Program ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pencegahan hiperkolesterolemia sekaligus keterampilan mengolah buah lokal menjadi cuka buah melalui teknologi fermentasi.
Ketua tim pengabdian, Yusni Atifah, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya anggota KWT, mengenai pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memanfaatkan potensi buah lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
"Kami memberikan edukasi mengenai hiperkolesterolemia, mulai dari faktor risiko, gejala, hingga upaya pencegahannya. Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan pembuatan cuka buah sebagai minuman fungsional berbasis buah lokal yang berpotensi mendukung kesehatan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola hidup sehat," ujar Yusni.
Pada kegiatan tersebut, tim menghadirkan Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed., dosen Fakultas Kedokteran UNP, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai hiperkolesterolemia dan pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit metabolik.
Menurut Yusni, Program Pengabdian UNP Berdampak mengusung pendekatan bioteknologi melalui diversifikasi buah lokal menjadi produk pangan fungsional. Buah-buahan yang melimpah saat musim panen diolah melalui proses fermentasi menjadi cuka buah sehingga memiliki umur simpan lebih panjang sekaligus meningkatkan nilai jual.
Peserta Praktik Langsung Membuat Cuka Buah
Selain mendapatkan materi, anggota KWT Ikhwatunnisa juga mengikuti praktik langsung pembuatan cuka buah. Kegiatan tersebut dirancang agar peserta memahami seluruh tahapan produksi dan mampu menerapkannya secara mandiri.
Melalui pelatihan ini, anggota kelompok diharapkan dapat mengembangkan cuka buah sebagai salah satu produk berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami berharap keterampilan ini dapat terus dikembangkan oleh anggota KWT sehingga mampu meningkatkan pemanfaatan buah lokal, memperkuat ketahanan pangan keluarga, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat," kata Yusni.
Program tersebut melibatkan tim multidisiplin Universitas Negeri Padang yang terdiri atas dosen Departemen Biologi FMIPA, Fakultas Kedokteran, dan Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga. Tim pengabdian meliputi Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed., Dr. Violita, M.Si., Rahmi Holinesti, S.T.P., M.Si., dr. Benny Alexander Maisa, M.Biomed., dan Indria Palupi, S.Si.
Dukung SDGs dan Program Kampus Berdampak
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Program Kampus Berdampak. Pelaksanaannya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender), sekaligus mendukung Asta Cita Indonesia dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dan hilirisasi inovasi berbasis riset.
Ketua KWT Ikhwatunnisa, Harmita, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan tidak hanya menambah wawasan anggota mengenai kesehatan, tetapi juga memberikan keterampilan baru dalam mengolah buah lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi anggota kelompok maupun masyarakat sekitar," ujarnya.(*)
Editor : Hendra Efison