PADEK.JAWAPOS.COM– Hampir separuh rumah murid SD Bustanul Ulum Semen Padang terdampak banjir bandang yang melanda kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada akhir November 2025. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa masih mengalami tekanan psikologis sehingga sekolah bersama Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) menghadirkan kegiatan trauma healing.
Kegiatan bertajuk ASPIKOM CARE 2026 digelar di SD Bustanul Ulum Semen Padang, Kamis (23/7/2026), dengan menghadirkan berbagai aktivitas edukatif untuk membantu siswa kembali ceria dan percaya diri setelah mengalami dampak bencana.
Kepala SD Bustanul Ulum Semen Padang, Eli Martinda, S.Pd., mengatakan dampak banjir bandang tidak hanya terlihat dari kerusakan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis para siswa.
“Banyak rumah masyarakat yang hanyut. Bahkan, hampir separuh rumah murid kami terdampak. Karena itu, kami bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Anak-anak terlihat ceria dan bahagia selama mengikuti kegiatan,” katanya.
Menurut Eli, sejumlah siswa masih menunjukkan tanda-tanda trauma ketika mengikuti proses pembelajaran. Beberapa anak terlihat termenung karena kehilangan rumah dan belum mendapatkan kepastian mengenai hunian tetap.
Trauma Healing Bantu Anak Kembali Bersemangat
Eli menjelaskan, kegiatan trauma healing menjadi salah satu upaya untuk membantu siswa mengelola pengalaman sulit akibat bencana.
Melalui pendekatan permainan dan aktivitas kreatif, siswa diajak mengekspresikan perasaan, membangun komunikasi, serta menumbuhkan kembali rasa percaya diri.
Dalam ASPIKOM CARE 2026, para siswa mengikuti sejumlah kegiatan seperti Communication Games, Aku Berani Bicara, Pohon Harapan, Batu Busuk Impianku, serta Budaya Kita, Dunia Kita.
Pada kegiatan Communication Games, siswa mengikuti permainan pemecah suasana, pesan berantai, dan tebak ekspresi. Aktivitas tersebut bertujuan melatih kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam suasana yang menyenangkan.
Sementara dalam sesi Aku Berani Bicara, siswa diberikan ruang untuk memperkenalkan diri, menceritakan pengalaman, serta menyampaikan cita-cita mereka.
Setiap keberanian siswa mendapatkan apresiasi berupa stiker bintang untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam berbicara di depan orang lain.
Bangun Harapan Setelah Banjir Bandang
Melalui kegiatan Pohon Harapan, siswa menuliskan pesan positif dan harapan untuk diri sendiri maupun kampung halaman mereka.
Pesan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon harapan sebagai simbol optimisme dan semangat untuk bangkit setelah menghadapi bencana.
Selain itu, siswa juga mengikuti kegiatan Batu Busuk Impianku dengan menggambar serta mewarnai gambaran kampung yang mereka harapkan. Karya siswa kemudian dipamerkan dalam kegiatan sederhana di sekolah.
Dalam kegiatan Budaya Kita, Dunia Kita, siswa dikenalkan dengan berbagai budaya melalui tarian, lagu, serta salam dari berbagai daerah dan negara. Penampilan randai yang dibawakan siswa menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dari peserta kegiatan.
Rombongan ASPIKOM yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas akademisi dari Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dan Politeknik Negeri Padang.
Kegiatan juga diikuti akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Kanada, Singapura, dan Thailand.
Kolaborasi untuk Pemulihan Pendidikan Anak
Eli menyampaikan apresiasi atas kehadiran ASPIKOM yang memberikan dukungan psikologis bagi siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang.
“Alhamdulillah, kami sangat senang sekolah ini dikunjungi para dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi, termasuk dari luar negeri. Berbagai kegiatan trauma healing yang dilaksanakan sangat menghibur anak-anak kami,” ujarnya.
SD Bustanul Ulum Semen Padang merupakan sekolah binaan PT Semen Padang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sekolah yang berada di kawasan Batu Busuk tersebut menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang ikut merasakan dampak sosial setelah banjir bandang melanda wilayah itu.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi, kegiatan trauma healing diharapkan dapat membantu siswa kembali fokus belajar serta menjalani aktivitas pendidikan dengan lebih optimistis.(*)
Editor : Hendra Efison