PADEK.JAWAPOS.COM – Pemko Padang bersama Tim Ahli Roadmap Gastronomi merampungkan penyusunan Roadmap Padang City of Gastronomy 2026-2030 melalui Focus Group Discussion (FGD) tahap akhir di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (30/7/2026).
Dokumen tersebut menjadi salah satu syarat utama pengajuan Kota Padang sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada 2027.
Penyusunan roadmap dilakukan sebagai panduan pengembangan ekosistem gastronomi Kota Padang selama lima tahun sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi proses seleksi nasional dan pengajuan ke UNESCO.
Data yang dipaparkan dalam FGD menunjukkan subsektor gastronomi menyumbang sekitar Rp81 miliar setiap tahun dengan didukung 47.000 unit usaha di sektor kuliner dan industri pengolahan makanan-minuman. Aktivitas tersebut juga menyerap 53.048 tenaga kerja yang berasal dari 33.604 Industri Kecil Menengah (IKM).
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kota Padang memiliki 42 lembaga pelatihan kerja yang berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang gastronomi.
Pemko Padang juga telah membangun berbagai infrastruktur pendukung, seperti revitalisasi pasar tradisional, gedung sentra rendang, rumah kemasan, rumah wirausaha, balai pembibitan ikan, hingga rumah potong hewan guna memperkuat rantai pasok gastronomi dari hulu hingga hilir.
Ketua Tim Ahli Roadmap Gastronomi, Dr Haris Satria, mengatakan FGD akhir menghasilkan tiga dokumen utama yang akan menjadi dasar pengembangan gastronomi Kota Padang.
"Kegiatan ini merupakan FGD akhir Roadmap Padang City of Gastronomy 2026-2030. Kita ada tiga luaran, yang pertama itu adalah profiling dari gastronomi Kota Padang, kemudian yang kedua ada model pengembangan yang kita hasilkan, dan yang ketiga luaran kita itu adalah rencana aksi ataupun peta jalan," ujar Haris.
Menurut Haris, dokumen tersebut telah disusun untuk menjadi acuan pengembangan gastronomi Kota Padang pada periode 2026-2030 sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana kerja tahunan pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan, dokumen untuk mengikuti seleksi nasional telah disampaikan pada 28 Juli 2026.
"Kalau kesiapan Padang untuk seleksi nasional itu sudah kita submit di tanggal 28 Juli. Tapi ini sudah kita siapkan semua dokumen yang nanti akan digunakan oleh Dinas Pariwisata untuk membuat renja tahunan dan juga disinkronkan dengan Bappeda," katanya.
Dalam roadmap tersebut, strategi pengembangan gastronomi dibagi dalam empat tahapan, yakni Kebijakan Strategis dan Konsolidasi pada 2026, Aktivasi Ekosistem Gastronomi pada 2027, Inovasi dan Ekspansi pada 2028, serta Keberlanjutan Ekosistem Gastronomi pada 2029-2030.
Keempat tahapan tersebut diterjemahkan menjadi 19 strategi dan 35 program implementatif yang akan dijalankan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Tim Ahli memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp60 miliar selama empat tahun atau sekitar Rp15 miliar per tahun.
Skema pendanaannya dirancang berasal dari 65 persen APBD, 20 persen dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) atau kemitraan, serta 15 persen hibah internasional dan pembiayaan hijau (green financing).
Haris menjelaskan penyusunan anggaran dilakukan berdasarkan rekapitulasi kebutuhan seluruh perangkat daerah.
"Kalau terkait dengan komitmen anggaran, kita jadinya dossier itu kita mengalokasikan berdasarkan data dari rekap semua dinas. Total komitmen anggaran itu di angka Rp60 miliar untuk pengembangan gastronomi," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam dossier yang disusun, 60 persen alokasi anggaran difokuskan untuk memperkuat ekosistem gastronomi lokal, sedangkan 40 persen diarahkan untuk mendukung kolaborasi internasional dan partisipasi aktif Kota Padang dalam jejaring UCCN.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang, Okki Trinanda, mengatakan roadmap tersebut menetapkan empat tujuan utama, yakni menjadikan Padang sebagai kota gastronomi yang kompetitif, berkelanjutan, memiliki jejaring global, serta memenuhi standar UNESCO.
Menurutnya, seluruh strategi akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Rampungnya FGD akhir ini menandai selesainya penyusunan Roadmap Padang City of Gastronomy 2026-2030 dan menjadi langkah penting Kota Padang dalam mempersiapkan proses pengajuan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network pada 2027.(*)
Editor : Heri Sugiarto