PADEK.JAWAPOS.COM– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menyiagakan 438 personel dengan sistem kerja 24 jam untuk menjaga kebersihan selama rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 pada 5–10 Agustus 2026.
Pola kerja tersebut diterapkan untuk mengantisipasi peningkatan timbulan sampah sekaligus memastikan lokasi kegiatan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat serta tamu yang datang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadel Fitra Mastra, mengatakan petugas akan bekerja dalam tiga shift selama rangkaian HJK berlangsung.
“Selama pelaksanaan HJK, petugas bekerja dalam tiga shift, yakni pukul 05.00–13.00 WIB, 13.00–21.00 WIB, dan 21.00–05.00 WIB. Pengangkutan sampah dilakukan secara intensif disertai 12 kali inspeksi kebersihan setiap hari,” ujar Fadel, Sabtu (1/8/2026).
438 Personel Disebar di Lokasi HJK
DLH Kota Padang juga mendirikan Posko Utama di kawasan Batang Arau sebagai pusat koordinasi.
Subpos turut disiapkan di Pantai Cimpago, Jalan Khatib Sulaiman, Kota Tua, dan Youth Center untuk mempercepat respons petugas di lapangan.
Dari total 438 personel yang dikerahkan, sebanyak 305 merupakan petugas penyapu jalan, 45 petugas kebersihan outlet drainase dan sungai, 48 petugas pengangkut sampah, 25 supervisor atau mandor, serta 15 personel Tim Reaksi Cepat (TRC).
“Personel kami sebar di seluruh lokasi kegiatan dengan konsentrasi terbesar di kawasan Batang Arau dan Pantai Padang karena diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama HJK berlangsung,” katanya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah, DLH menyiapkan 60 unit tong sampah terpilah.
Tong tersebut terdiri atas wadah untuk sampah sisa makanan dan non-sisa makanan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis.
DLH Bidik Zero Visible Litter
Fadel mengatakan besaran peningkatan timbulan sampah selama HJK belum dapat dipastikan.
Data tersebut akan diketahui berdasarkan hasil pemantauan dan rekapitulasi harian petugas selama kegiatan berlangsung.
Ia mengimbau masyarakat dan pengunjung membuang sampah pada tempat yang disediakan, memilah sisa makanan dan non-sisa makanan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa botol minum dan tas belanja sendiri.
Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan selesai dan segera melapor kepada petugas jika menemukan tumpukan sampah atau tong yang sudah penuh.
“Target kami adalah mewujudkan Zero Visible Litter, yaitu tidak ada sampah yang terlihat di seluruh lokasi acara. Kami ingin masyarakat dan tamu yang datang merasakan Kota Padang yang bersih dan nyaman selama seluruh rangkaian HJK berlangsung,” tutup Fadel.(*)
Editor : Hendra Efison