PADEK.JAWAPOS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta alat berat untuk mempercepat penanganan pascabanjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8/2026).
Penanganan difokuskan pada penggalian sedimen, pengerukan lumpur, dan pembersihan saluran drainase di sejumlah lokasi terdampak guna memulihkan fungsi infrastruktur dan mencegah banjir susulan.
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang memicu genangan air dan endapan lumpur di sejumlah kawasan permukiman serta ruas jalan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat proses pembersihan.
Baca Juga: Banjir Rendam SDN 33 Rawang Barat, Pemko Padang Targetkan KBM Dua Hari Lagi
Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, mengatakan seluruh jajaran pemerintah kota dibagi ke sejumlah titik agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, semua jajaran Pemko diterjunkan mempercepat pembersihan. Dibagi per titik lokasi," ujar Raju Minropa.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menjelaskan Tim TRC diterjunkan ke sejumlah lokasi yang mengalami dampak cukup berat akibat banjir.
"Tim TRC PUPR mendapat tugas di Perumahan Gunung Sarik, Muaro Lasak, SMPN 41, Lapau Munggu, dan Rimbo Panjang Batu Busuk. Beberapa alat berat juga dikerahkan," kata Malvi.
Baca Juga: 92 Sekolah Terdampak Banjir di Padang, Pemko Targetkan Pembersihan Rampung Dua Hari
Selain penggalian sedimen dan pengerukan material lumpur, Tim TRC juga membersihkan saluran drainase yang tersumbat agar aliran air kembali lancar. Penanganan turut mencakup pembersihan fasilitas umum dan kawasan permukiman warga sehingga dapat kembali digunakan secara aman.
Dinas PUPR Kota Padang menyatakan personel dan peralatan pendukung tetap disiagakan untuk mempercepat penanganan infrastruktur drainase di wilayah-wilayah yang masih berpotensi mengalami genangan.
*Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat pemulihan pascabanjir sekaligus meminimalkan risiko terjadinya banjir susulan," pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto