KAI Sumbar Periksa Jalur Kereta Padang–Bukit Putus, Antisipasi Gangguan Cuaca Ekstrem

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:55 WIB
Petugas KAI Divre II Sumbar memeriksa jalur kereta Padang–Bukit Putus untuk mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem, Rabu (05/08/2026).
Petugas KAI Divre II Sumbar memeriksa jalur kereta Padang–Bukit Putus untuk mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem, Rabu (05/08/2026).

PADANG.JAWAPOS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memeriksa jalur kereta pada petak Stasiun Padang–Teluk Bayur–Stasiun Bukit Putus, Rabu (5/8/2026), untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca ekstrem.

Pemeriksaan dipimpin Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian dalam kondisi aman, andal, dan siap mendukung operasional kereta api.

Pemeriksaan dilakukan seiring meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi memengaruhi kondisi jalur kereta api.

KAI berupaya mengidentifikasi potensi risiko sejak dini agar langkah mitigasi dapat segera dilakukan sebelum mengganggu keselamatan perjalanan.

Dalam pemeriksaan lintas tersebut, jajaran manajemen mengecek kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, serta kondisi perlintasan sebidang.

Sistem drainase pada titik-titik yang berpotensi terdampak genangan maupun banjir turut diperiksa.

Selain jalur, kesiapan operasional di sejumlah stasiun juga dipantau untuk memastikan sarana dan prasarana pendukung pelayanan berada dalam kondisi optimal.

KAI Perkuat Budaya Keselamatan

Sebelum pemeriksaan dimulai, Lutfi memimpin safety briefing di Stasiun Padang. Ia menegaskan budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama seluruh insan KAI.

Lutfi menginstruksikan jajaran agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menjalankan prosedur.

Setiap potensi bahaya juga diminta diidentifikasi secara proaktif dan segera ditindaklanjuti melalui Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), terutama pada wilayah yang berpotensi mengalami gangguan akibat kondisi alam maupun cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan pemeriksaan lintas merupakan program rutin yang dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya preventif menjaga keselamatan operasional kereta api.

Pemeriksaan langsung di lapangan dilakukan untuk memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi pelanggan.

Selain memeriksa jalur, jajaran manajemen juga berinteraksi dengan masyarakat di sekitar jalur rel dan melakukan sosialisasi keselamatan.

Masyarakat diimbau tidak beraktivitas di jalur kereta api maupun area yang dapat mengganggu operasional.

KAI Ingatkan Bahaya di Perlintasan Sebidang

KAI Divre II Sumbar juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang.

Reza mengungkapkan, setiap hari KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang serta 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker dan semen.

Dengan frekuensi perjalanan tersebut, masyarakat diminta selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan sebidang.

Pengguna jalan juga diimbau mematuhi rambu lalu lintas, berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu mulai menutup, serta mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.

Tindakan menerobos palang pintu, mengabaikan Semboyan 35 berupa isyarat suara atau klakson lokomotif, maupun melanggar rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Rangkaian kegiatan pemeriksaan ditutup dengan safety talk sebagai forum evaluasi hasil pemeriksaan lintas. Seluruh temuan di lapangan dipastikan untuk segera ditindaklanjuti sesuai standar keselamatan yang berlaku.(*)

Editor : Hendra Efison
jalur kereta Padang Bukit Putus KAI Divre II Sumbar Cuaca Ekstrem Sumbar Keselamatan kereta api KAI Sumbar