PADEK.JAWAPOS.COM – Memasuki usia ke-357, Kota Padang menegaskan arah baru pembangunan melalui transformasi ekonomi yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM, investasi, pariwisata, hingga pembangunan yang tangguh terhadap bencana.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota Padang di Gedung DPRD Padang, Jumat (7/8/2026).
Rapat paripurna dihadiri Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov Adib Alfikri, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, unsur Forkopimda, mantan wali kota dan wakil wali kota, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi perempuan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan bupati dan wali kota se-Sumatera Barat.
Transformasi Ekonomi menjadi Fokus Kota Padang
Fadly Amran mengatakan bahwa Hari Jadi Kota Padang bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menghormati sejarah, mengevaluasi kondisi saat ini, sekaligus menyiapkan masa depan.
"Hari Jadi Kota menjadi momentum untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur dan menyiapkan masa depan dengan berani," ujarnya.
Baca Juga: HUT Kota Padang ke-357, KAI Sumbar Sapa Penumpang Sambil Bagikan Cokelat
Ia menegaskan pembangunan Kota Padang akan tetap berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Menurut Fadly, transformasi ekonomi tidak hanya bertujuan mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga mengubah cara kota bekerja melalui peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, penguatan usaha lokal, serta pemerataan manfaat pembangunan.
"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," kata Fadly.
Baca Juga: KRI Teluk Kendari-518 Bersandar di Padang, Dibuka untuk Masyarakat Meriahkan HJK ke-357
Ia menjelaskan arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam RPJMD Kota Padang 2025–2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas SDM, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.
Kekuatan Utama Kota Padang
Fadly menyebut Kota Padang memiliki tiga kekuatan utama sebagai kota jasa.
Di sektor pendidikan, Padang menjadi rumah bagi puluhan perguruan tinggi, termasuk 46 perguruan tinggi swasta, yang melayani lebih dari 180 ribu mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga profesional dinilai menggerakkan sektor hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, hingga ekonomi kreatif.
Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat dibandingkan 4,3 juta orang pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta, atau 153 persen dari target.
Baca Juga: Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Resmi Dibuka, Kesempatan Tingkatkan Skill dan Peluang Kerja
Fadly mengatakan tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki kualitas destinasi, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, Padang juga memiliki posisi strategis sebagai kota perdagangan dan konektivitas.
"Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera," jelas Fadly.
Pemulihan Pascabanjir menjadi Titik Awal Pembangunan
Dalam kesempatan itu, Fadly juga menyampaikan keprihatinan atas banjir yang melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026.
Baca Juga: Taste of Padang Experience : Road to Gastronomy City, Visi Kejayaan & HJK 357
Ia mengatakan Pemerintah Kota Padang bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan, memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terdampak.
Menurutnya, pemulihan pascabencana hidrometeorologi menjadi titik awal transformasi ekonomi Kota Padang.
"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukup dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya," tegasnya.
Fadly menyampaikan apresiasi kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, relawan, dunia usaha, serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana.
Ia menegaskan pembenahan drainase, sungai, perlindungan kawasan resapan, dan penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi prioritas bersama.
DPRD, Pemprov Sumbar, dan Kemlu Dorong Kolaborasi Pembangunan
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan berbagai capaian positif yang diraih Pemerintah Kota Padang perlu diiringi penyelesaian berbagai tantangan pembangunan melalui kolaborasi seluruh pihak.
"Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik, untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang," ujarnya.
Senada dengan itu, Asisten II Setdaprov Sumatera Barat, Adib Alfikri, yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, menegaskan kemajuan Kota Padang merupakan bagian dari kemajuan Sumatera Barat.
Menurutnya, pembangunan Kota Padang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan banyak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan," kata Adib.
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, menilai sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Padang sudah berada pada arah yang positif, termasuk penguatan kerja sama luar negeri.
"Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang," ujarnya.
Denny mengapresiasi penataan kawasan Batang Arau yang menurutnya tidak hanya membersihkan sampah dan bangkai kapal, tetapi juga menata lingkungan permukiman agar tidak lagi membuang air kotor ke sungai.
"Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong, yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality," katanya.(*)
Editor : Heri Sugiarto