Kebakaran SMP Angkasa Padang, Tiga Kelas dan Gudang Hangus

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:55 WIB
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang berhasil padamkan api yang menghanguskan tiga ruang kelas dan satu gudang di SMP Angkasa Sutan Syahrir Lanud, Kototangah, Padang, Rabu (12/8/2026).
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang berhasil padamkan api yang menghanguskan tiga ruang kelas dan satu gudang di SMP Angkasa Sutan Syahrir Lanud, Kototangah, Padang, Rabu (12/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Kebakaran melanda SMP Angkasa Sutan Syahrir Lanud di Jalan Prof. Dr. Hamka Nomor 1, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (12/8/2026) siang.

Kebakaran tersebut menghanguskan empat ruangan yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu gudang. Kerugian material akibat kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp900 juta.

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 14.17 WIB. Satu menit kemudian, tepatnya pukul 14.18 WIB, unit pemadam diberangkatkan menuju lokasi.

Petugas menempuh jarak sekitar 6,5 kilometer dari markas dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 14.27 WIB. Pemadaman dan penanganan api selesai pada pukul 15.05 WIB.

Api Berasal dari Salah Satu Ruangan

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang melihat percikan api dan kepulan asap dari salah satu ruangan di lingkungan sekolah.

Saksi tersebut kemudian menghubungi Dinas Damkar Kota Padang untuk melaporkan kejadian.

Menurut Rinaldi, petugas langsung bergerak setelah menerima laporan dan berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang dari satu jam. Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Empat ruangan mengalami kerusakan berat dalam kejadian tersebut, dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 250 meter persegi.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran itu. Rinaldi juga memastikan tidak ada warga atau penghuni yang harus mengungsi.

Enam Armada Dikerahkan

Dinas Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit armada untuk menangani kebakaran, terdiri dari lima unit milik Damkar Kota Padang dan satu unit fire truck milik TNI Angkatan Udara.

Sebanyak 75 personel diturunkan ke lokasi. Petugas TNI dan Polri juga berada di lokasi untuk membantu pengamanan serta penanganan setelah kebakaran.

Rinaldi mengatakan, selain empat ruangan yang terbakar, terdapat 12 ruangan lain yang sempat berpotensi terdampak api. Ruangan tersebut mencakup ruang kelas, ruang guru, dan fasilitas lainnya dengan estimasi luas area yang berisiko mencapai 1.000 meter persegi.

Kecepatan penanganan petugas membuat aset yang berpotensi mengalami kerugian lebih besar diperkirakan dapat diselamatkan dengan nilai sekitar Rp2 miliar.

Berada di Kompleks Sekolah dan Area TNI AU

SMP Angkasa Sutan Syahrir Lanud berada di bawah naungan Yayasan Ardhya Garini. Saksi mata dalam kejadian tersebut adalah Harri Hargadi Eka Putra (50), yang diketahui menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus anggota TNI.

Menurut Rinaldi, kondisi di sekitar lokasi cukup ramai saat kebakaran terjadi karena sekolah berada di kompleks yang berdekatan dengan area TNI Angkatan Udara. Selain itu, aktivitas anak-anak sekolah juga masih berlangsung ketika kejadian.

Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
kebakaran SMP Angkasa Padang SMP Angkasa Sutan Syahrir kebakaran Koto Tangah Damkar Kota Padang Kebakaran Padang