Pelajar SMP di Padang Tenggelam di Sungai Batang Arau, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:58 WIB
Tim SAR gabungan menyisir aliran Sungai Batang Arau, Padang, menggunakan perahu karet, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BPBD Padang)
Tim SAR gabungan menyisir aliran Sungai Batang Arau, Padang, menggunakan perahu karet, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BPBD Padang)

PADEK.JAWAPOS.COM–Tim SAR gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang terus memaksimalkan operasi pencarian terhadap seorang pelajar berusia 15 tahun yang dilaporkan hilang setelah tenggelam di Sungai Batang Arau, kawasan dekat Surau Batu, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026).

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Jumat sore (14/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa berdasarkan laporan kejadian, korban bernama Josua Perkasa (15), siswa kelas VIII SMP Murni Padang asal Seberang Palinggam, melompat ke aliran sungai untuk mandi-mandi bersama tiga rekannya seusai pulang sekolah.

Ketiga rekan korban tersebut adalah Orlen Ananta Purnama Gulo (12), siswa kelas VII SMP Murni Padang, serta dua saksi mata yaitu Rivaldo Laia (13) dan Mai Putra Jaya Zega (13), yang juga merupakan pelajar kelas VII di sekolah yang sama dan beralamat di Jalan Seberang Palinggam.

Baca Juga: PTBA Buka Akses Pendidikan Tinggi Vokasi, 33 Siswa Raih Beasiswa BIDIKSIBA 2026

"Saat mereka berada di sungai, kondisi cuaca mendadak memburuk dengan curah hujan yang sangat lebat. Hal tersebut membuat debit air bertambah dan arus Sungai Batang Arau berubah menjadi sangat deras," ujar Hendri Zulviton, Sabtu (15/8/2026).

Kondisi arus yang mendadak meluap dan membesar memicu bahaya karena korban Josua serta rekannya, Orlen, diketahui tidak memiliki kemampuan berenang. 

Di tengah kondisi genting itu, Rivaldo Laia berupaya menolong Orlen yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri (pingsan) dan berhasil menariknya ke tepi sungai. Orlen kemudian segera dievaluasi dan dilarikan ke rumah Bidan Gusniati di Seberang Padang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Menang Jauh 67-5, SMAN 2 Bukittinggi Tetap Diminta Tak Cepat Puas di DBL West Sumatra 2026

Sayangnya, Josua tidak berhasil diselamatkan dan terseret derasnya luapan air sungai hingga dinyatakan tenggelam.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pengerahan personil dan tindakan penyelamatan dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (15/8/2026) mulai pukul 08.30 WIB. 

BPBD Kota Padang menerjunkan Anggota Rescue dan Pusdalops PB di bawah komando Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) guna memimpin asesmen serta pencarian lapangan.

Baca Juga: Dua Orang Meninggal Dunia di Sikka Usai Gempa M7,7 Guncang Nagekeo NTT

Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan menyisir aliran Sungai Batang Arau menggunakan sarana utama berupa perahu karet. Pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan dan penyisiran ini meliputi unsur BPBD Kota Padang, Basarnas, TNI, Polri, PMI, Satpol PP, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Selain aparat keamanan dan penyelamat, operasi pencarian turut diperkuat oleh pihak Pemerintah Kecamatan Padang Selatan, Kelurahan setempat, Kelompok Siaga Bencana (KSB), relawan Insan Kebencanaan, hingga para nelayan lokal.

Hingga laporan terbaru diturunkan oleh tim di lapangan, keberadaan korban Josua Perkasa masih belum ditemukan dan penyisiran air masih terus diupayakan secara maksimal. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
hilang pelajar Tim SAR Batang Arau padang