Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Batang Kuranji Ditemukan

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Bocah 11 tahun yang hilang terseret arus Sungai Batang Kuranji, Padang, ditemukan meninggal pada pencarian hari kedua.
Bocah 11 tahun yang hilang terseret arus Sungai Batang Kuranji, Padang, ditemukan meninggal pada pencarian hari kedua.

PADEK.JAWAPOS.COM— Tim SAR Gabungan menemukan Zahir, bocah berusia 11 tahun yang dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Kuranji di kawasan Air Tawar Barat, Kota Padang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Minggu (16/8/2026) pagi.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB. Jenazah berada sekitar 150 meter dari lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP), ke arah barat daya.

Setelah ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi jenazah Zahir. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka yang berada di Air Tawar Barat.

Korban Terseret Arus Saat Mandi

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Zahir bersama sejumlah rekannya sedang mandi-mandi di aliran Sungai Batang Kuranji, Air Tawar Barat.

Sekitar pukul 13.15 WIB, korban dilaporkan tenggelam dan terseret arus sungai. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi.

Karena korban belum ditemukan, seorang warga Air Tawar Barat bernama Jimmy menyampaikan laporan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang sekitar pukul 13.30 WIB.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Kantor SAR Padang bergerak menuju lokasi. Jarak tempuh menuju titik kejadian sekitar 14,4 kilometer dengan estimasi perjalanan 30 menit.

Pencarian Hari Kedua Libatkan 80 Personel

Pencarian dilanjutkan pada Minggu mulai pukul 07.00 WIB. Tim SAR Gabungan memperluas area penyisiran hingga radius 2 nautical mile (NM) dari LKP.

Area pencarian dibatasi oleh sejumlah titik koordinat yang mencakup kawasan di sekitar lokasi kejadian. Kondisi cuaca saat operasi berlangsung berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 knot dan tidak terdapat hambatan cuaca yang berarti.

Operasi pencarian melibatkan 80 personel dari berbagai unsur. Tim tersebut terdiri dari Kantor SAR Kelas A Padang, Polairud, Polsek, Brimob, Koramil, BPBD, Damkar, Satpol PP Linmas, Gurila Rescue, staf kecamatan, staf kelurahan, serta masyarakat setempat.

Dalam pencarian tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan SAR, termasuk Rescue Truck, perahu karet LCR dengan mesin penggerak, sarana pencarian dan pertolongan air, peralatan medis, sarana komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, seluruh unsur pencari mengikuti evaluasi akhir atau debriefing sekitar pukul 09.05 WIB.

Hendri menyampaikan seluruh personel kemudian kembali ke kesatuan masing-masing seiring dengan dimungkinkannya usulan penutupan resmi Operasi SAR.(*)

Editor : Hendra Efison
sungai Batang Kuranji Air Tawar Barat bocah terseret arus SAR Padang Pencarian Korban