PADEK.JAWAPOS.COM— Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat penanganan tiga sungai terdampak bencana hidrometeorologi untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan produktif.
Tiga sungai yang mendapat penanganan tersebut yakni Sungai Guo, Sungai Marangsi, dan Sungai Kuranji. Penanganannya mencakup pembangunan check dam, normalisasi, kolam retensi, serta tanggul sungai sesuai kondisi masing-masing lokasi.
Pelaksana Tugas Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan pekerjaan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap sungai yang terdampak.
“Untuk Sungai Guo akan dilakukan pembangunan check dam. Kemudian untuk Sungai Marangsi dilakukan normalisasi dan pembangunan kolam retensi. Sedangkan untuk Sungai Kuranji disiapkan pembangunan check dam dan tanggul sungai,” kata Reski saat diwawancarai, Kamis (20/8/2026).
Penanganan Sungai Kuranji
Di Sungai Kuranji, pembangunan pengendali banjir telah memasuki tahap lelang. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang menyiapkan satu unit bangunan pengendali sedimen atau check dam serta tanggul sungai sepanjang dua kilometer.
Pekerjaan tersebut diarahkan untuk mengurangi gerusan pada badan jalan, kawasan perumahan, dan fasilitas umum di sekitar aliran Sungai Kuranji.
Sementara itu, penanganan Sungai Guo mencakup normalisasi atau penataan kembali alur sungai serta pembangunan check dam. Penanganan awal dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat sebelum pekerjaan lanjutan disiapkan BWS Sumatera V Padang.
Kondisi Sungai Guo menjadi perhatian setelah banjir pada 3 Agustus 2026 menyebabkan tanggul jebol. Banjir tersebut menggenangi sekitar 30 hektare sawah yang sebelumnya telah direhabilitasi Kementerian Pertanian.
Sungai Marangsi Disiapkan Normalisasi
Untuk Sungai Marangsi, Pemkot Padang telah mengajukan penyesuaian Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna), Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk), Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renaksi), serta Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Penyelarasan dokumen diperlukan karena penanganan sungai tersebut membutuhkan dukungan anggaran dan perencanaan lintas instansi.
BWS Sumatera V Padang menyiapkan normalisasi Sungai Marangsi sepanjang 2,3 kilometer dan pembangunan dua kolam retensi. Kolam tersebut akan digunakan untuk menampung sementara limpasan air guna memperbaiki aliran sungai dan mengurangi risiko genangan.
Genangan sebelumnya berdampak pada kawasan perkotaan, termasuk Kantor Wali Kota, rumah sakit, dan permukiman warga.
Koordinator Wilayah Sumatera Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, mengatakan penanganan sungai menjadi bagian penting dalam pemulihan Kota Padang.
“Yang kita harapkan tentunya penanganan ini bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan memastikan kawasan yang terdampak dapat kembali aman,” kata Yopie.(*)
Editor : Hendra Efison