PADEK.JAWAPOS.COM—Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) CERIA di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kota Padang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi masyarakat setelah banjir yang mengganggu aktivitas dan usaha rumah tangga.
Banjir tidak hanya berdampak terhadap tempat tinggal dan kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga dapat menghambat keberlanjutan usaha.
Karena itu, peningkatan keterampilan produksi, inovasi produk, dan kemampuan mengelola usaha menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNP menggelar kegiatan bertajuk “Transformasi UMKM Olahan Ikan melalui Peningkatan Inovasi Produk dan Manajemen Usaha” pada 20–21 Agustus 2026 di Aula Kantor Lurah Tabing Banda Gadang.
Kegiatan dihadiri perwakilan Lurah Tabing Banda Gadang, perwakilan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang dari Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, pengurus dan anggota PKK, serta pelaku UMKM di sekitar wilayah tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang setelah peserta dan tim pengabdian disambut perwakilan Lurah Tabing Banda Gadang.
Tim pengabdian diketuai Sri Wahyu, S.Pd., M.Si., dengan anggota Eka Susanti, S.Pd., M.Si.; Wira Hanifah, M.Si., FSAI; Afriza Media, S.Pd., M.Pd.; Dra. Fitrani Dwina, M.Ed.; dan Wulan Marselly Firdaus, M.Si.
Kegiatan juga melibatkan empat mahasiswa pendamping, yakni Hariansyah, Mulia Nazwa, Saskia Atriza Rahma, dan Fiqri Indra Ramadhan.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) UNP dalam skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) 2026.
Program melibatkan dosen, mahasiswa, praktisi, dan akademisi dari berbagai bidang keilmuan.
Kolaborasi tersebut memungkinkan pelatihan memadukan inovasi pengolahan produk, prinsip fisika, manajemen usaha, dan pemanfaatan teknologi.
Ketua tim pengabdian, Sri Wahyu, mengatakan program dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan nyata kelompok.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Penguatan UMKM dapat menjadi salah satu jalan untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat setelah terdampak banjir,” ujar Sri Wahyu.
Dorong Inovasi Produk Olahan Ikan
Pada sesi inovasi produk, praktisi sekaligus pemilik usaha Dendeng Rinuak dan Dendeng Ikan Talago Berkah, Febri Ayusi, membagikan pengalaman mengembangkan UMKM dendeng rinuak di kawasan Maninjau hingga menjangkau pasar lebih luas.
Pengalaman tersebut diperkenalkan sebagai praktik baik yang dapat diadaptasi Poklahsar CERIA.
Jika Maninjau memiliki rinuak sebagai komoditas khas, Kota Padang memiliki berbagai jenis ikan yang relatif mudah diperoleh dan tersedia melimpah.
Komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi dendeng ikan yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar lebih luas.
Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pemilihan bahan baku, inovasi produk, teknik produksi, penentuan harga, pengemasan, hingga strategi pemasaran berdasarkan unsur produk, harga, tempat, dan promosi.
Pelatihan juga mengintegrasikan prinsip fisika dalam proses pengolahan dendeng rinuak dan dendeng ikan.
Materi tersebut dikembangkan dengan kontribusi Eka Susanti dan disampaikan kepada peserta oleh Afriza Media yang sama-sama memiliki latar belakang keilmuan fisika.
Peserta diperkenalkan pada prinsip perpindahan panas, penguapan kandungan air, serta pengaruh suhu dan waktu penggorengan terhadap kematangan, tekstur, kerenyahan, warna, dan daya simpan produk.
Salah satu teknik yang diperkenalkan adalah penggorengan dua tahap. Dengan pendekatan tersebut, proses pengolahan tidak hanya mengandalkan kebiasaan, tetapi dapat dikendalikan agar kualitas produk lebih baik dan konsisten.
Kegiatan dilengkapi demonstrasi dan praktik langsung, termasuk teknik memipihkan dendeng agar proses produksi lebih praktis serta menghasilkan ketebalan dan bentuk produk yang seragam.
Ubah Pola Pikir Pelaku UMKM
Pada sesi manajemen usaha, akademisi sekaligus Kepala Laboratorium Enterprise Resource Planning Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP, Dr. Irdha Yusra, S.E., M.Sc., menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengembangkan usaha.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu melihat kegiatan yang dijalankan bukan sekadar produksi sehari-hari, tetapi sebagai bisnis yang memiliki tujuan, perencanaan, pencatatan, strategi, dan target pengembangan.
Materi manajemen juga dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman dalam menjalankan bisnis secara halal, jujur, dan bertanggung jawab.
Pelaku usaha diajak tidak hanya berorientasi pada penjualan dan keuntungan, tetapi juga memperhatikan manfaat produk bagi konsumen.
Dalam usaha makanan, kualitas bahan, kebersihan, keamanan, kehalalan, dan kandungan gizi menjadi aspek yang harus diperhatikan.
Perubahan pola pikir juga diperlukan agar pelaku usaha terbuka terhadap inovasi, mampu melihat peluang pasar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kendala.
Produk berkualitas perlu didukung pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, penetapan harga, pelayanan konsumen, promosi, serta evaluasi usaha secara berkala.
Kenalkan Pemanfaatan AI
Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) untuk membantu pengelolaan usaha.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mencari ide nama dan deskripsi produk, membuat materi promosi dan konten media sosial, menyusun pencatatan sederhana, mencari inspirasi inovasi produk, serta merencanakan strategi pemasaran.
Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan penilaian dan keputusan dari pemilik usaha.
Teknologi hanya menjadi alat bantu, sedangkan pemahaman terhadap karakter produk, kebutuhan pelanggan, dan kondisi usaha tetap berada di tangan pelaku UMKM.
Untuk mendukung penerapan materi setelah pelatihan, setiap peserta memperoleh modul yang disusun tim pengabdian bersama narasumber.
Modul tersebut memuat materi inovasi dan teknik pengolahan dendeng rinuak serta dendeng ikan, prinsip fisika dalam penggorengan, strategi pengemasan dan pemasaran, manajemen usaha, serta pemanfaatan AI dalam pengembangan bisnis.
Poklahsar CERIA Harapkan Pendampingan Berlanjut
Ketua Poklahsar CERIA, Silva Deswati, A.Md., S.St., mengatakan teknik yang diperkenalkan dalam pelatihan memberikan pengetahuan baru dan dapat mempermudah proses produksi.
“Sebagian besar dari kami baru mengetahui teknik memipihkan dendeng seperti yang diperagakan dalam pelatihan ini. Caranya berbeda dengan yang selama ini kami lakukan dan ternyata jauh lebih mudah. Pengetahuan ini tentu sangat bermanfaat untuk kami terapkan ke depannya,” tuturnya.
Peserta juga menilai materi manajemen usaha memberikan perspektif baru mengenai berbagai aspek bisnis yang selama ini belum menjadi perhatian kelompok.
“Ilmu manajemen yang disampaikan Pak Irdha Yusra sangat membuka pikiran kami. Ternyata banyak hal yang selama ini kami abaikan dan perlu diperbaiki. Kami menjadi lebih memahami bahwa usaha tidak cukup hanya dengan membuat dan menjual produk, tetapi juga harus dikelola dengan baik agar omzet dan keuntungan meningkat serta usaha menjadi lebih baik dan berkah,” ungkap salah seorang perwakilan kelompok.
Poklahsar CERIA berharap pendampingan dapat dilanjutkan, terutama dalam pengembangan kemasan dan pemasaran digital.
Anggota kelompok masih membutuhkan bantuan untuk menerapkan konsep kemasan yang menarik serta mempromosikan produk melalui TikTok dan platform digital lainnya.
“Kami berharap ke depan ada pendampingan tentang cara mengeksekusi konsep kemasan dan memasarkan produk melalui media sosial, seperti TikTok. Jika memungkinkan, kami juga ingin difasilitasi untuk bekerja sama dengan mahasiswa yang aktif dalam bidang atau organisasi kewirausahaan di kampus,” tambahnya.
Harapan serupa disampaikan perwakilan PKK yang mengikuti kegiatan. Ia menilai program pengabdian UNP memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan hasil penelitian dan inovasi dosen kepada kelompok masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Kami siap menerima dan mempraktikkan hasil penelitian terbaru dari dosen UNP, misalnya inovasi produk berbahan jamur dan berbagai variasi produk lainnya. Akan sangat baik jika inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses pendampingan. Selain membantu pelaksanaan kegiatan, mahasiswa diharapkan dapat menjadi penghubung untuk tindak lanjut di bidang kewirausahaan, promosi digital, pembuatan konten, pengemasan, dan pemasaran produk UMKM.
Melalui program tersebut, kolaborasi antara UNP, pemerintah kelurahan, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, PKK, dan kelompok usaha masyarakat diharapkan semakin kuat.
Kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi awal pendampingan berkelanjutan untuk mendorong Poklahsar CERIA lebih inovatif, mandiri, dan mampu memperluas pasar produk olahan ikan sebagai bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat Kelurahan Tabing Banda Gadang.(*)
Editor : Hendra Efison