Penyalahgunaan Narkoba Mengkhawatirkan, Pemko Padang Aktifkan Agen P4GN

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:34 WIB
Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Pemulihan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Abu Bakar Ja
Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Pemulihan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, Rabu (26/8/2026).(Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemko Padang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Pemulihan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 di Aula Abu Bakar Ja'ar, Balai Kota Padang, tersebut mengangkat tema “Peran Aktif Masyarakat dalam Program Rehabilitasi untuk Mewujudkan Kota Padang Bersinar (Bersih Narkoba)”.

Bimtek diikuti perwakilan dari unsur kelurahan yang mencakup Babinsa, Polmas/Bhabinkamtibmas, dubalang, karang taruna, posyandu, serta PKK dari 37 kelurahan di Kota Padang.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kesbangpol Kota Padang Syahendri Barkah, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Padang Nofiandi Amir, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang Raf Indria, Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid, Ketua Tim Rehabilitasi BNNP Sumatera Barat Josra Maidi, serta Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP Sumatera Barat Mailisafitri.

Kesbangpol: Penyalahgunaan Narkoba Sudah Merambah Anak Sekolah

Kepala Kesbangpol Kota Padang Syahendri Barkah mengatakan kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Padang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, persoalan tersebut telah merambah hingga lingkungan anak-anak sekolah.

“Dasar pelaksanaan kegiatan ini, kita tahu biasanya Kota Padang itu pengguna atau kasus narkoba sudah semakin banyak. Tingkatnya sudah sampai merasuk ke anak-anak sekolah,” ujar Syahendri.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi kekhawatiran bersama.

Syahendri juga menyebut Kota Padang telah menjadi target bandar narkoba sebagai daerah sasaran.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kesbangpol bersama kepolisian dan BNNP Sumatera Barat mengambil langkah dengan mengaktifkan kembali agen-agen pemulihan di seluruh kelurahan.

Syahendri berharap peserta Bimtek dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Tentunya kita berharap nanti dari mereka yang mengikuti pembinaan bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam rangka memberantas peredaran atau penyalahgunaan narkotika, sehingga ke depan tingkat peredaran narkoba tersebut bisa kita minimalisir,” katanya.

Bimtek Agen Pemulihan Sasar 37 Kelurahan

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Padang Raf Indria yang mewakili Wali Kota Padang mengatakan penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional.

Menurut Raf, penyalahgunaan narkoba terus mengalami peningkatan di kalangan generasi muda.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional karena dalam perkembangannya terus mengalami peningkatan di kalangan generasi muda,” ujar Raf.

Ia menyebut Bimtek agen pemulihan di kelurahan merupakan respons bersama untuk membangun mekanisme imunitas di tengah masyarakat agar mampu menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kegiatan ini difokuskan pada sosialisasi program dan peningkatan kapasitas peserta agar dapat menjalankan peran sebagai perpanjangan tangan Pemko Padang di lingkungan masyarakat.

Para peserta juga mendapatkan peningkatan kapasitas, pengetahuan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, serta keterampilan teknis untuk menjangkau korban penyalahgunaan di lingkungan sekitar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

BNNP Sumbar Dorong Intervensi Sejak Penggunaan Awal

Ketua Tim Rehabilitasi BNNP Sumatera Barat Josra Maidi menekankan pentingnya program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam mencegah pengguna narkotika berkembang menjadi pecandu berat.

Menurut Josra, agen pemulihan diarahkan untuk menyasar pengguna ringan atau orang yang baru mencoba menggunakan narkotika.

“Tujuan agen pemulihan yaitu menyasar penggunaan ringan atau coba pakai, supaya jangan sampai menjadi pecandu berat,” kata Josra.

Ia menjelaskan, ketika seseorang telah menjadi pecandu berat, proses rehabilitasi menjadi lebih sulit karena tempat rehabilitasi sangat terbatas dan intervensinya jauh lebih sulit.

“Langkah terbaik adalah memotong mata rantai di tingkat awal dengan melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Josra juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia merujuk pada temuan kasus di lapangan yang melibatkan pelajar tingkat sekolah menengah pertama.

Karena itu, penanganan sejak dini melalui agen pemulihan di tingkat kelurahan dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan narkotika berkembang lebih jauh.

Melalui Bimtek yang berlangsung hingga 28 Agustus 2026 ini, Pemko Padang berharap peserta yang telah mendapatkan pembekalan dapat berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam meminimalkan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba serta mendukung terwujudnya Kota Padang Bersinar atau Bersih Narkoba.(*)

Editor : Heri Sugiarto
agen pemulihan P4GN pencegahan narkoba Padang narkoba di Padang Kota Padang Bersinar pemko padang