Dari Koto Lua ke Jepang, Program PMI Dibidik untuk Angkat Keluarga dari Kemiskinan

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Yoga Pratama bersama orang tua dan tokoh masyarakat saat acara pelepasan keberangkatannya menuju Jepang di Kantor FPM Koto Lua, Senin (24/8/2026).
Yoga Pratama bersama orang tua dan tokoh masyarakat saat acara pelepasan keberangkatannya menuju Jepang di Kantor FPM Koto Lua, Senin (24/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Keberangkatan pemuda dari Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk bekerja di Jepang dinilai berpotensi memberi dampak lebih luas bagi keluarganya. Penghasilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja, tetapi juga membantu orang tua, pendidikan adik, hingga membuka peluang usaha.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Koto Lua, Indra Gunawan mengatakan, kesempatan bekerja di Jepang dapat menjadi salah satu jalan bagi keluarga kurang mampu untuk memperbaiki kondisi ekonominya.

“Satu orang yang berangkat bekerja ke Jepang berpotensi mengangkat satu keluarga dari kategori RTM. Karena itu, kami berharap PT Semen Padang terus mendukung program ini. Biaya pelatihan yang mencapai Rp6,5 juta untuk setiap peserta cukup besar sehingga kami membutuhkan dukungan dari PT Semen Padang,” kata Indra.

Menurutnya, ketika seorang anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang layak, manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota keluarga lainnya.

Penghasilan tersebut dapat digunakan untuk membantu kebutuhan orang tua, membiayai pendidikan adik, memperbaiki tempat tinggal, hingga menjadi modal membuka usaha.

Model pemberdayaan tersebut juga dirancang agar manfaat program tidak berhenti pada satu peserta. Biaya pelatihan yang dikeluarkan untuk peserta akan dikembalikan secara bertahap setelah mereka bekerja di Jepang.

Dana yang telah dikembalikan kemudian dapat digunakan untuk membiayai calon peserta berikutnya.

Dengan skema tersebut, dukungan terhadap satu peserta diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak muda dari keluarga kurang mampu.

“Nah, dengan demikian, satu dukungan dari PT Semen Padang akan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak anak muda. Ini menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Indra.

Keberangkatan Yoga Pratama menjadi salah satu hasil awal dari program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang dijalankan Forum Pemberdayaan Masyarakat (FPM) Koto Lua bersama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.

Program tersebut telah berjalan sejak 2025 dengan dukungan PT Semen Padang melalui program Basinergi Membangun Nagari.

Yoga menjadi peserta pertama dari delapan peserta pelatihan yang berhasil menuntaskan seluruh proses hingga memperoleh kontrak dan kepastian keberangkatan ke Jepang.

Bagi Indra, keberhasilan Yoga bukan hanya tentang keberangkatan seorang pemuda untuk bekerja di luar negeri.

Ada peluang agar pengalaman dan penghasilan yang diperoleh nantinya dapat menjadi pijakan bagi keluarganya sekaligus membuka kesempatan serupa bagi peserta lain.

Program tersebut diharapkan terus menjangkau lebih banyak anak muda dari keluarga kurang mampu.

Dengan mekanisme pengembalian biaya pelatihan, manfaat dukungan diharapkan dapat berputar kepada peserta berikutnya dan memperluas dampak pemberdayaan masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
PMI Jepang program PMI Koto Lua pemberdayaan Koto Lua pt semen padang keluarga kurang mampu