PADEK.JAWAPOS.COM—Upaya pemberdayaan masyarakat guna menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal terus dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Program ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan koordinasi, pelatihan, penanaman, pemeliharaan, hingga monitoring dan evaluasi dengan melibatkan karang taruna dan masyarakat secara aktif.
Kegiatan di kawasan Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit tersebut, diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan tanaman reboisasi sekaligus mengembangkan tanaman yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi.
Rangkaian kegiatan diawali pada 9 Juli 2026 melalui koordinasi pelaksanaan program serta pelatihan penanaman dan pemeliharaan tanaman bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Dra. Mairawita, M.Si. dan Dr. Ir. Nalwida Rozen, M.P. sebagai narasumber.
Melalui kegiatan awal ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Pembekalan tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penanaman yang dilakukan secara gotong royong oleh karang taruna dan masyarakat.
Sejak pelaksanaan awal hingga 28 Agustus 2026, masyarakat telah melakukan penanaman berbagai jenis tanaman, meliputi 100 bibit trembesi, 100 bibit bambu, 50 bibit pisang kepok, 50 bibit pisang barangan, 1.500 bibit jagung, serta 1.000 bibit ubi kayu dan ketela.
Penanaman tanaman tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung upaya reboisasi dan peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pemanfaatan lahan melalui tanaman yang memiliki potensi ekonomi dan mendukung kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam program ini. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga terlibat secara langsung dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.
Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan dapat membangun rasa memiliki serta meningkatkan keberlanjutan program setelah rangkaian kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan.
Perkuat Kapasitas Masyarakat via Pelatihan Reboisasi
Untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan tanaman reboisasi, pada 21 Agustus 2026 kembali dilaksanakan pelatihan penanaman dan pemeliharaan tanaman reboisasi dengan menghadirkan Prof. Dr. Solfiyeni sebagai narasumber.
Pelatihan membahas aspek penanaman dan pemeliharaan tanaman reboisasi yang dapat diterapkan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tanaman yang telah ditanam. Kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta.
Sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, peserta diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan terhadap program dan materi yang diberikan.
Berdasarkan hasil rekapitulasi kuesioner, sebanyak 85,58 persen responden menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut. Hasil ini menunjukkan adanya penerimaan yang positif dari masyarakat terhadap kegiatan yang dilaksanakan.
Monev Menjamin Keberlanjutan Program
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi pada 28 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan bersama Prof. Dr. Ir. Husmaini, M.P. selaku reviewer Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Monitoring dan evaluasi (Monev) dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, keterlibatan masyarakat, perkembangan tanaman yang telah ditanam, serta capaian kegiatan secara keseluruhan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa program pengabdian tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Program PKM Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang partisipatif.
Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, karang taruna, dan berbagai pihak terkait menjadi fondasi penting dalam menciptakan program yang tidak hanya berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. (rdo)
Editor : Hendra Efison