Setelah 9 Tahun Pakai Tongkat, Rahma Kini Bisa Naik Motor dan Jualan Ayam

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:45 WIB
Manajer UPZ Baznas Semen Padang Akmal menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Rahma Hatta di Kantor UPZ Basnaz Semen Padang, Senin (31/8/2026) lalu.
Manajer UPZ Baznas Semen Padang Akmal menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Rahma Hatta di Kantor UPZ Basnaz Semen Padang, Senin (31/8/2026) lalu.

BINUANG, PADEK.JAWAPOS.COM— Setelah bertahun-tahun mengandalkan tongkat, Rahma Hatta kini kembali berjalan dengan lebih baik. Ibu rumah tangga asal Kampung Dalam, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, itu bahkan sudah bisa mengendarai sepeda motor dan berjualan ayam.

Rahma kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan pada 2017. Sejak itu, tongkat menjadi penopang utama untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Keterbatasan mobilitas membuat aktivitas Rahma menjadi tidak leluasa. Kondisi ekonomi keluarga yang juga terbatas membuat upaya mendapatkan alat bantu yang lebih sesuai bukan perkara mudah.

Perubahan mulai dirasakan setelah Rahma mendapatkan bantuan kaki palsu melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan UPZ Baznas Semen Padang.

Bantuan tersebut membuat ruang gerak Rahma kembali terbuka. Ia kini mampu berjalan dengan lebih baik dan menjalankan aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan.

“Saya sudah bisa berjalan kembali dengan baik. Saya juga sudah bisa mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam,” ujar Rahma, Senin (31/8/2026).

Kembali Berjualan Ayam

Kemampuan mengendarai sepeda motor menjadi salah satu perubahan penting bagi Rahma. Selain membantu mobilitas, kondisi tersebut membuatnya kembali bisa melakukan aktivitas produktif.

Rahma kini kembali berjualan ayam untuk membantu menopang perekonomian keluarganya. Suaminya selama ini bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak tetap.

Bagi Rahma, kaki palsu yang diterimanya bukan sekadar alat bantu berjalan. Perangkat tersebut membuatnya lebih leluasa menjalankan aktivitas sekaligus membuka kembali kesempatan untuk membantu keluarganya.

Sebelum memperoleh bantuan, Rahma mengetahui informasi mengenai program tersebut melalui media sosial. Ia kemudian mendatangi kantor UPZ Baznas Semen Padang untuk mengajukan permohonan.

Tim UPZ selanjutnya melakukan kunjungan ke kediaman Rahma untuk melakukan asesmen dan menindaklanjuti pengajuan tersebut.

Setelah proses tersebut, bantuan kaki palsu akhirnya direalisasikan. Rahma pun mulai kembali menjalani aktivitas dengan mobilitas yang lebih baik.

Dari Tongkat Menuju Kemandirian

Perubahan yang dialami Rahma tidak terjadi dalam semalam. Selama bertahun-tahun, ia harus beradaptasi dengan kondisi kehilangan kaki dan menjalankan aktivitas menggunakan tongkat.

Kini, ia dapat melakukan lebih banyak aktivitas secara mandiri. Kemampuan berjalan, mengendarai sepeda motor, hingga berjualan ayam menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya kembali.

Bagi Rahma, kondisi tersebut memberikan harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan.

Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada UPZ Baznas Semen Padang atas bantuan yang diberikan.

Kisah Rahma menunjukkan bahwa alat bantu yang tepat dapat memiliki arti lebih luas bagi penerimanya. Bukan hanya mendukung mobilitas, tetapi juga membantu seseorang kembali menjalankan aktivitas dan berkontribusi bagi keluarganya.(*)

Editor : Hendra Efison
Rahma Hatta kembali mandiri jualan ayam UPZ BAZNAS Semen Padang kaki palsu