Socket Kaki Palsu Diganti, Mobilitas Rahma Kembali hingga Bisa Naik Motor

Hendra Efison • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:01 WIB
Penggantian socket kaki palsu membantu Rahma Hatta kembali berjalan, setelah bertahun-tahun menggunakan tongkat.
Penggantian socket kaki palsu membantu Rahma Hatta kembali berjalan, setelah bertahun-tahun menggunakan tongkat.

PADEK.JAWAPOS.COM — Kemampuan Rahma Hatta kembali berjalan dan mengendarai sepeda motor tidak hanya berkaitan dengan pemberian kaki palsu. Dalam penanganan terbaru, komponen socket pada kaki palsunya juga diganti dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan aktivitasnya.

Rahma merupakan warga Kampung Dalam, Kelurahan Binuang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang kehilangan kaki kiri akibat kecelakaan pada 2017.

Ahli Ortotis Prostetis Ade Orthopros, Ade Saputra, mengatakan Rahma bukan pasien baru di workshop tersebut. Sejak 2017, Rahma telah menjalani penanganan dan menggunakan tongkat biasa dalam beraktivitas.

Dalam penanganan terbaru, dilakukan penggantian komponen socket pada kaki palsu Rahma. Penyesuaian tersebut dilakukan agar alat bantu dapat kembali sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pengguna.

Penyesuaian Jadi Bagian Penting

Socket merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan pengguna. Karena itu, kondisi dan kebutuhan pengguna menjadi pertimbangan dalam penanganannya.

Dalam kasus Rahma, penggantian komponen dilakukan untuk menunjang kenyamanan sekaligus aktivitas sehari-hari.

Ade mengatakan kondisi Rahma saat ini sangat baik. Selain sudah mampu berjalan, Rahma juga kembali melakukan berbagai aktivitas.

“Sekarang kondisinya sangat baik. Ibu Rahma sudah bisa berjalan, beraktivitas, mengendarai sepeda motor, bahkan sudah kembali berjualan ayam,” kata Ade.

Penanganan Rahma dilakukan melalui Ade Orthopros, workshop yang bergerak dalam pembuatan dan penanganan alat bantu bagi pasien ortopedi, rehabilitasi medis, tumbuh kembang, serta pembuatan kaki dan tangan palsu.

Workshop tersebut berada di Kompleks Polamas Blok B No. 3, Andalas, Kota Padang.

Alat Bantu Harus Sesuai Kebutuhan

Kondisi Rahma menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu tidak berhenti pada proses pembuatan atau pemberian perangkat. Penyesuaian dengan kondisi pengguna menjadi bagian dari upaya agar perangkat tersebut dapat menunjang aktivitas secara optimal.

Rahma sendiri memperoleh bantuan kaki palsu melalui program kesehatan dan biaya kemanusiaan UPZ BAZNAS Semen Padang.

Setelah proses asesmen dan tindak lanjut, bantuan tersebut direalisasikan. Rahma kemudian dapat menjalankan aktivitas dengan mobilitas yang lebih baik.

Ia bahkan sudah kembali mengendarai sepeda motor dan berjualan ayam untuk membantu perekonomian keluarga.

Bagi Rahma, perubahan tersebut memberikan ruang yang lebih luas untuk menjalani aktivitas sehari-hari setelah bertahun-tahun mengandalkan tongkat.

“Saya sudah bisa berjalan kembali dengan baik. Saya juga sudah bisa mengendarai sepeda motor dan kembali berjualan ayam,” ujar Rahma.

Penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna pada akhirnya menjadi bagian penting agar kaki palsu tidak sekadar menjadi alat bantu, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.(*)

Editor : Hendra Efison
socket kaki palsu kaki palsu Rahma Ade Orthopros alat bantu mobilitas kaki palsu Padang