PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 133 siswa SMP IT Adzkia Padang diajak mengenal pajak dengan cara yang berbeda. Bukan melalui deretan aturan dan angka, tetapi lewat permainan interaktif, cerita, diskusi, hingga kuis yang membuat suasana belajar berlangsung penuh tawa.
Kegiatan tersebut digelar dalam program Pajak Bertutur 2026 di Aula SMP IT Adzkia Padang, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Pajak Kita: Energi Generasi Juara” itu merupakan bagian dari program Inklusi Kesadaran Pajak yang digelar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara serentak di Indonesia.
Kantor Wilayah DJP Sumatera Barat dan Jambi memilih SMP IT Adzkia Padang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan. Selain 133 siswa, kegiatan juga diikuti guru dan tenaga pendidik.
Pajak Dikenalkan Lewat Hal yang Dekat dengan Siswa
Sejak pagi, suasana aula sekolah terlihat berbeda. Para siswa aktif mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan dan bersorak ketika berhasil memenangkan permainan yang diberikan pemateri.
Materi tentang pajak dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Siswa diajak berpikir dari mana pembiayaan berbagai fasilitas yang mereka gunakan berasal.
Mulai dari sekolah, jalan yang mereka lalui setiap hari, hingga rumah sakit dan berbagai layanan publik menjadi contoh yang digunakan untuk menjelaskan peran pajak dalam pembangunan.
Dengan pendekatan tersebut, pajak tidak diperkenalkan semata sebagai kewajiban orang dewasa.
Para siswa justru diajak memahami bahwa pembangunan yang mereka rasakan saat ini merupakan hasil kontribusi masyarakat secara bersama-sama.
Hadir mewakili Kepala Kanwil DJP Sumatera Barat dan Jambi, Penyuluh Pajak Madya Dendi Amrin mengatakan, kesadaran untuk berkontribusi perlu ditanamkan sejak dini, jauh sebelum seseorang menjadi wajib pajak.
“Menjadi warga negara yang baik tidak hanya berarti menikmati hasil pembangunan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan sesuai dengan peran dan kemampuan kita masing-masing,” ujar Dendi.
Generasi Juara Tak Hanya Unggul Akademik
Dendi juga berharap kegiatan Pajak Bertutur tidak berhenti pada pemahaman siswa mengenai pajak.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Kami juga berharap anak-anak sekalian dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas,” katanya.
Menurutnya, generasi muda diharapkan memiliki semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut berkontribusi bagi Indonesia sesuai dengan peran masing-masing.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP IT Adzkia Padang, Reni Afizah, menyambut positif pelaksanaan Pajak Bertutur di sekolah tersebut.
Reni mengaitkan kegiatan itu dengan pesan dalam Surah Ar-Rahman yang mengingatkan manusia mengenai berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Menurut dia, kehadiran DJP di sekolah menjadi salah satu bentuk kesempatan bagi peserta didik untuk mendapatkan pengetahuan baru secara langsung.
Jika selama ini siswa harus keluar untuk mencari ilmu dan pengalaman, kali ini pengetahuan mengenai pajak justru datang langsung ke lingkungan sekolah mereka.
Menanam Kesadaran Pajak Sejak Bangku Sekolah
Sepanjang kegiatan, siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan. Mereka diajak berdiskusi, menebak jawaban, mengikuti permainan, serta berlomba memberikan respons terhadap pertanyaan yang diberikan.
Dari rangkaian aktivitas tersebut, siswa diarahkan memahami hubungan antara pajak dan berbagai fasilitas yang mereka nikmati sehari-hari.
DJP berharap pendekatan tersebut dapat membuat kesadaran pajak lebih mudah dipahami dan diingat oleh generasi muda.
Melalui Pajak Bertutur, benih kesadaran pajak ditanam sejak bangku sekolah agar tumbuh seiring bertambahnya usia peserta didik.
Sebab, generasi juara yang diharapkan bukan hanya generasi yang unggul dalam bidang akademik maupun prestasi, tetapi juga generasi yang memahami pentingnya kontribusi bagi pembangunan Indonesia.(*)
Editor : Hendra Efison