KAI Divre II Sumbar Cek Jalur Kereta, Antisipasi Gangguan akibat Cuaca Ekstrem

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:25 WIB
Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengecek kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, dan sistem persinyalan, Kamis (10/9/2026).
Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengecek kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, dan sistem persinyalan, Kamis (10/9/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— KAI Divre II Sumbar mengecek jalur kereta api menggunakan lori dresin, Kamis (10/9/2026). Pemeriksaan berlangsung di sejumlah petak jalan dari Stasiun Padang hingga Indarung.

Lintasan yang diperiksa mencakup Stasiun Padang–Teluk Bayur–Bukit Putus–Pauh Lima–Indarung. KAI mengecek kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, dan sistem persinyalan.

Selain itu, petugas memeriksa keamanan emplasemen dan aset perusahaan. Pemeriksaan juga mencakup perlintasan sebidang serta sistem drainase.

KAI memberi perhatian khusus pada titik yang berpotensi terdampak genangan atau banjir. Karena itu, pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia bersama Quality Control (QC) dan jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar turun melakukan pemeriksaan.

Sebelum pemeriksaan, Lutfi memimpin safety briefing di Stasiun Padang. Ia meminta seluruh insan KAI meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan kegiatan operasional.

Selain itu, Lutfi meminta jajaran disiplin menjalankan prosedur keselamatan. Ia juga mendorong petugas untuk aktif mengidentifikasi potensi risiko di lapangan.

Setiap temuan harus segera ditindaklanjuti melalui formulir Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR). Langkah itu terutama berlaku pada wilayah yang berpotensi mengalami gangguan akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan cek lintas merupakan pemeriksaan rutin. KAI melaksanakan kegiatan tersebut secara berkala dan tidak hanya pada momentum tertentu.

Menurut Reza, pemeriksaan lapangan membantu KAI memastikan kondisi prasarana. Selain itu, kegiatan tersebut membantu petugas mendeteksi potensi bahaya sejak dini.

“Melalui pemeriksaan secara langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung secara aman, selamat, dan andal,” ujar Reza.

Sementara itu, KAI juga memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api. Sosialisasi menyasar masyarakat di sekitar perlintasan sebidang.

Reza menyebut KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang setiap hari. Selain itu, KAI menjalankan 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker dan semen.

Dengan frekuensi perjalanan tersebut, KAI mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan di perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta berhenti, melihat ke kanan dan kiri, lalu memastikan tidak ada kereta sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dengan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.

Reza juga mengingatkan masyarakat agar tidak menerobos palang pintu perlintasan. Pengguna jalan juga harus mematuhi Semboyan 35 dan rambu lalu lintas.

Menurutnya, pelanggaran tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Aturan itu antara lain UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain membahayakan keselamatan, pelanggaran juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Konsekuensi tersebut termasuk tuntutan ganti rugi jika pelanggaran menyebabkan kecelakaan atau mengganggu operasional kereta api.

Selanjutnya, KAI menggelar safety talk setelah pemeriksaan lintas selesai. Forum tersebut menjadi evaluasi terhadap temuan petugas di lapangan.

Melalui forum itu, KAI memastikan unit terkait segera menindaklanjuti setiap temuan. KAI juga terus memperkuat pemeriksaan prasarana, budaya keselamatan, serta edukasi kepada masyarakat.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pemeriksaan prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sinergi dan kepedulian seluruh pihak merupakan kunci untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza. (*)

Editor : Hendra Efison
cek jalur kereta KAI Divre II Sumbar Keselamatan kereta api cuaca ekstrem perlintasan sebidang