PADEK.JAWAPOS.COM— Suasana haru menyelimuti kawasan Tugu IORA, Pantai Padang, Sabtu (12/9/2026) sore.
Puluhan insan pers Sumatera Barat dari berbagai organisasi berdiri melingkar, menundukkan kepala, dan menangkupkan tangan dalam doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dinyatakan lost contact di perairan Selat Sunda.
Kegiatan solidaritas tersebut diinisiasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sumatera Barat dan melibatkan sejumlah organisasi pers, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Sumbar, Perhimpunan Jurnalis Perempuan Sumbar, perwakilan PWI Sumbar, serta sejumlah organisasi wartawan lainnya.
Baca Juga: Kodim 0312/Padang Siap Terapkan SEPABLOCK untuk Program Pembangunan
Doa bersama tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
Di tengah suasana duka, para jurnalis Sumbar berharap kelima rekan seprofesi beserta tiga kru kapal tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.
Ketua Umum PFI Padang, Arif Pribadi, mengatakan kegiatan tersebut dilandasi rasa persaudaraan sesama insan pers.
Baca Juga: BANGSA Angkatan III Perluas Pilihan Prodi, Kuota Tetap 25 Mahasiswa
"Doa bersama ini kita peruntukkan bagi lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda usai melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Arif di sela-sela kegiatan.
Hal senada disampaikan perwakilan AJI Padang yang juga jurnalis Tribun Padang, Afdal Afrianto. Menurutnya, kabar mengenai lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas telah mengundang simpati mendalam dari kalangan pers.
"Kita kehilangan lima orang jurnalis yang sedang bertugas. Kita berharap lima jurnalis dan tiga awak kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat," ujar Afdal.
Baca Juga: Netflix September 2026 Bukan Cuma Film Baru, 5 Film Lama Ini Punya Skor Kritikus Tinggi
Ia berharap aksi solidaritas tersebut dapat menjadi energi positif bagi keluarga para korban sekaligus memberikan dukungan kepada tim pencari yang tengah menjalankan operasi pencarian.
"Kami berharap aksi solidaritas dan doa bersama ini sampai kepada tim SAR gabungan serta keluarga para jurnalis rekan seprofesi kami," katanya.
Jurnalis Diminta Tingkatkan Solidaritas dan Keselamatan
Perwakilan Perhimpunan Jurnalis Perempuan Sumatera Barat, Zulia Yandani, mengatakan peristiwa tersebut kembali mengingatkan bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko yang nyata, khususnya ketika melakukan peliputan di wilayah rawan bencana.
Baca Juga: Dandim 0312/Padang Nilai SEPABLOCK Punya Keunggulan, Bisa Jadi Alternatif Material
"Peristiwa seperti ini bisa menimpa siapa saja. Oleh karena itu, jurnalis harus bersolidaritas, solid, dan siap siaga apa pun yang terjadi. Jurnalis mana pun bisa jadi korban," tegas Zulia.
Ia mengajak seluruh organisasi pers untuk mengesampingkan perbedaan organisasi dan memperkuat solidaritas ketika berhadapan dengan persoalan kemanusiaan.
"Kita harus berangkulan meskipun berasal dari organisasi yang berbeda-beda. Kita harus meningkatkan solidaritas," ucapnya.
Baca Juga: Dandim 0312/Padang Nilai SEPABLOCK Punya Keunggulan, Bisa Jadi Alternatif Material
Duka serupa juga disampaikan salah seorang anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar, Noval Wiska. Ia menilai peristiwa tersebut tidak hanya menjadi kabar duka bagi insan pers, tetapi juga menjadi duka bagi masyarakat Indonesia.
"Hari ini kita berduka atas belum bertemunya lima jurnalis yang tengah melakukan misi peliputan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Ini duka bersama, duka Indonesia. Tidak ada berita seharga nyawa. Ini jadi pelajaran berharga bagi kita," tutur Noval.
Noval juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama saat berada di lokasi dengan tingkat risiko tinggi.
Baca Juga: PT Semen Padang Beri Uang Saku Rp1 Juta per Bulan, IPK 3 Jadi Syarat
"Dalam peliputan kita harus bisa safety diri sendiri. Namun kita doakan yang terbaik untuk rekan-rekan jurnalis, semoga mereka ditemukan dengan selamat. Kita doakan tim SAR gabungan agar bisa melaksanakan misi pencarian dengan selamat di bawah lindungan Allah SWT," ujarnya.
Harapan agar para jurnalis dan kru kapal segera ditemukan juga disampaikan jurnalis televisi senior Sumbar dari tvOne, Wahyudi Agus.
"Semoga para korban segera ditemukan dalam keadaan selamat," ucapnya.
Baca Juga: Dua Pria Ditangkap dalam Empat Jam di Asam Jujuhan, Sabu Disita
Sementara itu, jurnalis senior dari PWI Sumbar, Pedo, menilai insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap aspek keselamatan dan mitigasi risiko dalam peliputan bencana.
"Kejadian ini bisa menimpa jurnalis mana pun. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita dalam melakukan aktivitas peliputan bencana atau daerah berisiko lainnya," tegas Pedo.
Tim Klewang Polresta Padang Ikut Bersolidaritas
Solidaritas terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut juga datang dari unsur kepolisian. Tim Klewang Polresta Padang, yang selama ini menjadi salah satu mitra jurnalis Sumatera Barat di lapangan, turut hadir dalam kegiatan doa bersama tersebut.
Baca Juga: 400 Anak Ikuti Sunatan Massal Gratis Pemko Padang dan Indo Jalito Peduli
Katim 2 Tim Klewang Polresta Padang, IPDA David Wewe, menyampaikan rasa duka dan dukungannya atas musibah yang menimpa para jurnalis yang tengah menjalankan tugas.
"Kami menyampaikan ucapan duka mendalam atas hilangnya lima orang jurnalis yang tengah bertugas di lapangan. Tim Klewang Polresta Padang turut bersolidaritas atas musibah ini," ujar David.
Menurutnya, hubungan antara jurnalis dan kepolisian selama ini merupakan kemitraan yang saling melengkapi, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga: Dua Pria Ditangkap dalam Empat Jam di Asam Jujuhan, Sabu Disita
"Rekan jurnalis dari semua elemen merupakan saudara dan mitra kepolisian dalam menjaga Kamtibmas. Jurnalis pemburu berita dan Tim Klewang pemburu kriminal, tidak bisa dipisahkan, sejalan. Dengan kejadian ini kami doakan mudah-mudahan kelima jurnalis yang hilang bisa segera ditemukan dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta," ungkapnya.
David juga mengingatkan bahwa tugas jurnalistik di lapangan memiliki risiko yang tidak ringan. Karena itu, keselamatan jurnalis harus tetap menjadi perhatian utama dalam setiap penugasan.
"Bagi rekan jurnalis lainnya, pelaksanaan tugasnya sangat berbahaya dan berisiko. Untuk itu keselamatan diri menjadi sangat penting, semoga jadi pembelajaran ke depannya. Lima orang jurnalis itu sedang melaksanakan tugas menyampaikan informasi berkualitas bagi masyarakat. Semoga mereka bisa segera ditemukan tanpa kurang apa pun," tambahnya.
Baca Juga: Kodim 0312/Padang dan Semen Padang Buka Peluang Kolaborasi Lewat SEPABLOCK
Doa Jurnalis Sumbar untuk Tim Pencarian
Gelombang doa kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Fauzi, jurnalis Haluan.
Ketua IJTI Sumbar, Defri Mulyadi, mengatakan doa yang dipanjatkan di Pantai Padang tersebut merupakan bagian dari solidaritas jurnalis Sumatera Barat sekaligus bentuk dukungan terhadap keluarga para jurnalis dan kru kapal yang masih dalam pencarian.
"Sampai saat ini saudara seprofesi kita masih dinyatakan lost contact usai melakukan aktivitas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau. Hari ini kita tampungkan tangan dan bermunajat kepada Allah SWT, semoga lima orang jurnalis dan tiga kru yang membawa mereka bisa ditemukan dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing," pungkasnya.
Baca Juga: Banggar DPRD Kabupaten Solok Minta PAD Digenjot, Anggaran SKPD Diminta Lebih Selektif
Bagi insan pers Sumatera Barat, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa di tengah perbedaan organisasi dan latar belakang, solidaritas kemanusiaan tetap menjadi titik temu.
Doa dan harapan pun terus dipanjatkan agar lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih lost contact segera ditemukan dalam keadaan selamat. (*)
Editor : Adetio Purtama