KAI Divre II Sumbar Tingkatkan Kompetensi Penjaga Perlintasan lewat Diklap Refreshing

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:22 WIB
KAI Divre II Sumbar meningkatkan kompetensi penjaga perlintasan melalui diklat bertahap untuk memperkuat kesiapsiagaan dan keselamatan perjalanan kereta api.
KAI Divre II Sumbar meningkatkan kompetensi penjaga perlintasan melalui diklat bertahap untuk memperkuat kesiapsiagaan dan keselamatan perjalanan kereta api.

PADEK.JAWAPOS.COM— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat meningkatkan kompetensi penjaga perlintasan sebidang melalui Diklap Refreshing Penjaga Perlintasan Kereta Api Tahun 2026. KAI melaksanakan pelatihan secara bertahap untuk memperkuat kesiapsiagaan petugas dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Angkatan pertama mengikuti kegiatan selama dua hari, Senin–Selasa (14–15/9). Pelatihan tersebut membekali petugas dengan wawasan, kompetensi, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas di perlintasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab mengatakan penjaga perlintasan memiliki peran penting karena bertugas langsung di titik pertemuan jalur kereta api dengan aktivitas pengguna jalan.

“Penjaga perlintasan merupakan salah satu garda terdepan dalam mendukung keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kompetensi, kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan kesiapsiagaan petugas harus terus ditingkatkan,” ujar Reza.

Petugas Dilatih Hadapi Kondisi Tidak Normal

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pembekalan mengenai prosedur penjagaan pintu perlintasan sebidang dan jadwal perjalanan kereta api. Materi itu membantu petugas memahami pola perjalanan kereta serta langkah yang harus dilakukan untuk memastikan perlintasan aman sebelum dan selama kereta melintas.

Petugas juga mempelajari prosedur penanganan kondisi tidak normal di perlintasan. Pembekalan tersebut bertujuan agar mereka mampu mengambil tindakan cepat dan tepat ketika menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Selain itu, peserta mempelajari pengoperasian peralatan pintu perlintasan dan peralatan telekomunikasi. Mereka juga mendapat pengetahuan mengenai prasarana perkeretaapian untuk mengenali potensi gangguan dan melakukan pelaporan sesuai prosedur.

Perkuat Kompetensi melalui Praktik

KAI tidak hanya memberikan materi secara teori. Peserta juga mengikuti praktik penjagaan pintu perlintasan kereta api untuk menerapkan prosedur yang telah dipelajari.

Praktik tersebut sekaligus mengasah ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, koordinasi, dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi situasi di lapangan.

Pelatihan juga memuat materi Wawasan Kebangsaan dan Radikalisme serta Safety Refreshing. Materi keselamatan kembali mengingatkan peserta agar menerapkan prosedur secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Setiap prosedur harus dipahami dan dilaksanakan dengan disiplin. Ketelitian dalam menjalankan tugas, memastikan peralatan berfungsi dengan baik, berkomunikasi secara tepat, serta memastikan kondisi perlintasan aman merupakan bagian penting dalam mencegah potensi gangguan keselamatan,” jelas Reza.

Melalui Diklap Refreshing Penjaga Perlintasan Kereta Api Angkatan I Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar berharap petugas semakin siap, kompeten, dan profesional. Peningkatan kemampuan tersebut diharapkan memperkuat keselamatan perjalanan kereta api sekaligus pengguna jalan di setiap perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan untuk mendukung perjalanan kereta api yang aman, lancar, nyaman, dan selamat.(*)

Editor : Hendra Efison
penjaga perlintasan KAI Divre II Sumbar Keselamatan kereta api Kereta Api Sumbar perlintasan sebidang