Keluarga Bantah Isu Suap Rp10 Juta di Polresta Padang, Sebut Pemberitaan Tidak Sesuai Fakta

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:07 WIB
R, salah seorang anggota keluarga D, di Bungus Teluk Kabung, Padang.
R, salah seorang anggota keluarga D, di Bungus Teluk Kabung, Padang.

PADEK JAWAPOS.COM— Keluarga seorang pria berinisial D membantah pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pemberian uang sebesar Rp10 juta kepada oknum dalam proses penanganan perkara di wilayah hukum Polresta Padang.

Keluarga menilai informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang mereka alami.

Bantahan itu disampaikan R, salah seorang anggota keluarga D, saat ditemui di kediamannya di kawasan Bungus Teluk Kabung, Rabu (16/9/2026).

R mengatakan, kedatangan pihak keluarga ke kantor polisi sebelumnya bukan untuk menyerahkan uang sebagaimana disebut dalam pemberitaan, melainkan untuk mengambil sepeda motor milik keluarga yang sebelumnya tertinggal.

“Kedatangan kami ke lokasi bukan untuk memberikan uang suap sebesar Rp10 juta, melainkan untuk mengambil sepeda motor milik keluarga yang tertinggal. Pemberitaan sebelumnya sangat menyudutkan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar R.

Menurut R, pemberitaan mengenai dugaan pemberian uang tersebut telah menimbulkan kesan yang keliru terhadap keluarganya.

Karena itu, pihak keluarga berharap media yang bersangkutan dapat memberikan klarifikasi dan memperbaiki informasi yang dinilai tidak sesuai tersebut.

R bahkan menyatakan pihak keluarga mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak ada klarifikasi atau perbaikan pemberitaan.

“Jika media tidak meluruskan narasi ini, kami akan menempuh jalur hukum dan melaporkan pihak terkait atas tuduhan pencemaran nama baik serta penyebaran keterangan palsu,” katanya.

Polisi Bantah Ada Suap Rp10 Juta

Terpisah, Kanit Tim Rajawali Polresta Padang, Hidayatul Akmal, juga membantah adanya pemberian uang Rp10 juta dalam proses penanganan perkara tersebut.

Hidayatul menegaskan, proses penanganan terhadap pihak-pihak yang diamankan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan serta bukti permulaan yang ditemukan petugas.

“Tidak ada suap Rp10 juta. Proses hukum berjalan murni berdasarkan bukti permulaan dan penyelidikan lebih lanjut yang melibatkan lintas tim,” tegas Hidayatul, Rabu (16/9/2026).

Hidayatul menjelaskan, penanganan perkara tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait sebuah rumah kos di kawasan Parak Laweh yang dinilai mencurigakan.

Laporan itu menyebutkan suara musik dari rumah kos masih terdengar cukup keras saat waktu salat Subuh.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Rajawali melakukan penggerebekan pada Sabtu dini hari, 12 September 2026.

Dalam kegiatan itu, petugas mengamankan tiga orang berinisial D, A, dan R.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan serta mengamankan satu unit sepeda motor untuk dibawa ke Polresta Padang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga orang tersebut dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap mereka.

Namun, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika secara fisik saat proses awal penanganan.

Perkara kemudian dikembangkan oleh kepolisian. Dalam penyelidikan lanjutan, dua dari tiga orang yang diamankan diduga berkaitan dengan jaringan pencurian sepeda motor di sejumlah lokasi.

Penanganan perkara curanmor selanjutnya diserahkan kepada Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hidayatul menyebut proses hukum terkait dugaan pencurian kendaraan bermotor tersebut masih berjalan di bawah penanganan penyidik Satreskrim Polresta Padang.

Sementara itu, sepeda motor yang sebelumnya diamankan petugas telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga setelah diketahui kendaraan tersebut merupakan milik keluarga salah satu orang yang diamankan.

Dengan adanya bantahan dari pihak keluarga dan kepolisian tersebut, isu mengenai dugaan pemberian uang Rp10 juta dalam penanganan perkara tersebut masih sebatas informasi yang dipersoalkan oleh pihak keluarga dan telah dibantah oleh pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga menyatakan tetap meminta adanya klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya yang mereka nilai tidak menggambarkan fakta sebagaimana kejadian yang mereka alami.(*)1

Editor : Hendra Efison
isu suap kasus curanmor Padang keluarga bantah suap polresta padang