PADEK.JAWAPOS.COM— Pemanfaatan kasgot dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) mulai dikembangkan sebagai alternatif pupuk organik untuk pertanian.
Ketua Asosiasi Maggot Kota Padang (Agodang) Andi Ilham menyebut penggunaan kasgot di lahan pertanian padi kawasan Ngalau, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, mampu meningkatkan produksi.
“Produksi padi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan ketika hanya menggunakan pupuk kimia,” ujar Andi dalam sosialisasi pengelolaan sampah organik di Padayo, Selasa (15/9/2026).
Menurut Andi, pengalaman tersebut menunjukkan kasgot tidak sekadar menjadi residu dari proses budidaya maggot.
Produk tersebut juga dapat memberikan manfaat langsung bagi kegiatan pertanian masyarakat.
Jika program budidaya maggot dikembangkan di Padayo, Andi menilai anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan petani dapat menghasilkan pupuk organik secara mandiri.
Selain pemanfaatan kasgot, Agodang juga mendapat target dari Pemerintah Kota Padang untuk membantu menampung dan mengolah sekitar 10 persen sampah basah yang selama ini masuk ke tempat pemrosesan akhir di Kota Padang.
Untuk mendukung target tersebut, Agodang telah bekerja sama dengan sejumlah hotel, restoran, dan rumah sakit di Kota Padang.
“Sampah basah dari berbagai tempat tersebut dikumpulkan setelah dipilah, kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pakan dalam proses budidaya maggot,” katanya.
Andi mengatakan pola tersebut membuka peluang pemanfaatan sampah organik menjadi bagian dari rantai produksi.
Sampah basah yang sebelumnya dibuang dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara hasil budidayanya dapat digunakan untuk kebutuhan pertanian maupun pakan.
Pengalaman Agodang tersebut menjadi salah satu rujukan dalam rencana pengembangan budidaya maggot di Padayo yang masyarakatnya banyak bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan budidaya ikan.(*)
Editor : Hendra Efison