Banjir Berulang Mengancam, Pemko Padang Usulkan Normalisasi Sungai Menyeluruh ke Mendagri

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:55 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta, Rabu (23/9/2026). (Foto: Amrizal)
Wali Kota Padang Fadly Amran saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta, Rabu (23/9/2026). (Foto: Amrizal)

PADEK.JAWAPOS.COM — Pemerintah Kota Padang mengusulkan penanganan dan normalisasi sungai secara menyeluruh untuk mengantisipasi terjadinya banjir berulang di wilayah Kota Padang.

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Fadly berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat upaya penanganan pascabencana sekaligus mendukung program normalisasi sungai secara terpadu dan berkelanjutan.

Mendagri Tito Karnavian menyambut baik kunjungan Fadly Amran bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang.

Tito memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemko Padang dalam menangani program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana banjir yang melanda Kota Padang.

Rehab-Rekon Pascabencana Dipercepat

Tito meminta Pemko Padang terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Padang.

Selain itu, Tito mendorong Pemko Padang membuka ruang keterlibatan pihak swasta dan masyarakat dalam penanganan sedimentasi sungai.

Keterlibatan pihak swasta dan masyarakat dapat dilakukan berdasarkan rekomendasi kementerian dan lembaga terkait serta tetap mengacu pada ketentuan peraturan yang berlaku.

"Mari kita dorong keterlibatan pihak swasta dan masyarakat dalam penanganan sedimentasi sungai, tentunya berdasarkan rekomendasi kementerian/lembaga terkait dan sesuai aturan," ujar Tito.

Pemko Padang Minta Normalisasi Sungai

Fadly mengusulkan agar penanganan dan normalisasi sungai dilakukan secara menyeluruh. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi terjadinya banjir berulang di wilayah Kota Padang.

Apalagi, sebelum bencana hidrometeorologi melanda pada November 2025, banjir dan longsor telah sering melanda Padang yang juga diketahui sebagai daerah rawan bencana.

Banjir bandang menyebabkan perubahan pada sejumlah aliran sungai. Pemerintah kota kemudian telah menetapkan zona merah di sejumlah daerah aliran sungai untuk memitigasi kejadian di masa depan.

Fadly berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat memperkuat penanganan pascabencana sekaligus mendukung program normalisasi sungai secara terpadu dan berkelanjutan.

Pertemuan Fadly dengan Tito dihadiri jajaran Forkopimda serta sejumlah pejabat terkait dari Pemerintah Kota Padang.

Dalam rombongan tersebut terdapat Kepala Dinas PUPR Kota Padang Melvi Hendri, Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang Adek Barkah, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Piton, dan Kasatpol PP Kota Padang Candra Eka Putra.

Turut mendampingi Sekretaris Kesbangpol Amrizal Rengganis, Gustian, dan Andi Amir.

Pertemuan membahas percepatan rehab-rekon pascabencana serta penanganan sedimentasi dan normalisasi sungai di Kota Padang. (*)

Editor : Heri Sugiarto
normalisasi sungai fadly amran tito karnavian Banjir Bandang Padang banjir padang