KAI Divre II Sumbar Terapkan Safety at Scale Seiring Meningkatnya Mobilitas Masyarakat

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 18:20 WIB
Petugas KAI melakukan pengawasan di salah satu perlintasan kereta api di wilayah Divre II Sumbar. (Dok. KAI)
Petugas KAI melakukan pengawasan di salah satu perlintasan kereta api di wilayah Divre II Sumbar. (Dok. KAI)

PADEK.JAWAPOS.COM — PT KAI Divre II Sumbar memperketat keselamatan perjalanan kereta api seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Hingga September 2026, sebanyak 30 perlintasan sebidang tidak resmi ditutup.

Penutupan tersebut merupakan bagian dari penguatan manajemen risiko keselamatan di seluruh lini operasional.

KAI mencatat jumlah pengguna kereta api lokal pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 1.607.214 pelanggan, meningkat 19,52 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 1.344.690 pelanggan.

Di wilayah Divre II Sumbar, terdapat 121 perlintasan sebidang resmi dan 140 perlintasan tidak resmi.

KAI Divre II Sumbar menutup 18 perlintasan liar sepanjang 2025, kemudian jumlah penutupan bertambah menjadi 30 titik hingga September 2026.

Selain penutupan perlintasan, KAI menjalankan berbagai program untuk memperkuat keselamatan di titik perlintasan.

Secara nasional, KAI menetapkan 190 titik perlintasan sebidang prioritas keselamatan pada 2026 yang tersebar di sembilan Daop dan empat Divre, termasuk Divre II Sumbar.

Program tersebut mencakup pembangunan pos penjagaan, pemasangan rambu serta perangkat keselamatan dan komunikasi, hingga peningkatan kompetensi dan sertifikasi petugas penjaga perlintasan.

KAI Divre II Sumbar juga meningkatkan sosialisasi keselamatan. Pada 2025, edukasi dilakukan di 128 perlintasan, sedangkan pada 2026 mencapai 56 perlintasan hingga periode pelaporan.

Sosialisasi kepada sekolah dan masyarakat juga meningkat dari 15 lokasi pada 2025 menjadi 47 lokasi pada 2026.

Penguatan edukasi turut dilakukan melalui pemasangan spanduk keselamatan. Jumlah lokasi pemasangan meningkat dari enam lokasi pada 2025 menjadi 22 lokasi pada 2026.

Selain itu, program CSR atau TJSL terkait keselamatan dan lingkungan telah diberikan di 30 lokasi pada 2026.

KAI mengimbau masyarakat berhenti, melihat, dan memastikan tidak ada kereta sebelum melewati perlintasan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas di jalur maupun ruang milik jalur kereta api.

KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus melakukan evaluasi, mitigasi risiko, edukasi, dan koordinasi untuk memperkuat keselamatan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
perlintasan liar kereta api Keselamatan kereta api Divre II Sumbar KAI Sumbar