24 Kota Komwil I Apeksi Teken Kerja Sama Bantu Daerah Terdampak Bencana

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 21:21 WIB
Seminar Kebencanaan Apeksi Komwil I di Santika Hotel, Padang, Rabu (30/9/2026). (Foto: Diskominfo)
Seminar Kebencanaan Apeksi Komwil I di Santika Hotel, Padang, Rabu (30/9/2026). (Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM — Sebanyak 24 pemerintah kota yang tergabung dalam Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menandatangani kerja sama untuk membantu daerah yang terdampak bencana.

Penandatanganan dilakukan dalam Seminar Kebencanaan Apeksi Komwil I di Santika Hotel, Padang, Rabu (30/9/2026). Kerja sama tersebut ditandatangani oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari 24 kota anggota Komwil I.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarpemerintah kota dalam menghadapi bencana dan membantu daerah yang membutuhkan dukungan ketika terjadi bencana.

Wali Kota Padang Fadly Amran dalam seminar tersebut memaparkan pengalaman Kota Padang dalam menghadapi berbagai bencana di hadapan delegasi dari 24 kota anggota Komwil I Apeksi.

Fadly mengatakan kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dibangun ketika bencana terjadi. Pemerintah daerah bersama masyarakat perlu terus memperkuat kapasitas menghadapi berbagai potensi bencana.

Kota Padang, kata Fadly, memiliki potensi bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya berada di kawasan Ring of Fire. Risiko yang dihadapi antara lain banjir, longsor, gempa bumi, dan tsunami.

“Pada 2025 lalu Kota Padang ditimpa bencana hidrometeorologi yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia, ribuan rumah terdampak, kerusakan infrastruktur, pertanian dan perikanan terdampak. Selain itu, pada 3 Agustus 2026 lalu terjadi anomali hujan ekstrem yang mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah,” ujar Fadly.

Untuk pemulihan pascabencana 2025, Padang memperoleh dukungan pemerintah pusat sebesar Rp4 triliun. Dukungan tersebut digunakan antara lain untuk pemulihan infrastruktur yang terdampak, termasuk bendungan.

Padang melakukan pembelian tanah untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Pembangunan 533 unit Huntap tersebut melibatkan Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Danantara, serta sektor swasta.

“Kami menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat hingga tingkat paling bawah dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Early warning system, pelatihan-pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat perlu terus dilakukan,” katanya.

Seminar kebencanaan tersebut turut menghadirkan Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar, perwakilan BNPB dan BPBD Sumbar.

Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Padang Tarmizi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam, Sekretaris Komwil I Apeksi Muhammad Sofyan, kepala OPD Pemko Padang, serta camat dan lurah se-Kota Padang.

Melalui kerja sama 24 kota tersebut, pemerintah daerah anggota Komwil I Apeksi membangun mekanisme dukungan antardaerah untuk membantu wilayah yang terdampak bencana. (*)

Editor : Heri Sugiarto
apeksi bencana kesiapsiagaan bencana bpbd kota padang