PADEK.JAWAPOS.COM — Manajemen PT Arabia Nusantama Raya atau Arabia Tour and Travel membantah pemberitaan yang menyebut 80 jemaah umrah asal Sumatera Barat gagal berangkat pada Rabu (30/9/2026).
Manager Marketing Arabia Tour and Travel Hendri Sulaiman mengatakan angka 80 yang beredar merujuk pada kapasitas kursi penerbangan charter yang tidak terjual, bukan jumlah jemaah yang sudah mendaftar kemudian gagal berangkat.
“Berita delapan puluh jemaah yang gagal berangkat itu tidak benar dan tidak ada jemaahnya. Itu adalah tiket yang tidak terjual, bukan ada jemaah yang gagal berangkat,” kata Hendri dalam jumpa pers di Padang, Kamis (1/10/2026).
Menurut Hendri, kursi pesawat yang tidak terjual merupakan persoalan pada sisi pencharter penerbangan. Kondisi tersebut, kata dia, tidak berarti ada jemaah yang ditelantarkan atau dibatalkan keberangkatannya.
Ia juga menyesalkan penggunaan foto jajaran manajemen Arabia Tour and Travel dalam pemberitaan mengenai isu jemaah gagal berangkat. Menurutnya, penggunaan foto tersebut tanpa konteks yang tepat dapat menimbulkan persepsi bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan Arabia Tour.
Hendri mengatakan pemberitaan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara mitra, kantor cabang di sejumlah daerah, termasuk Jambi dan Muko-Muko, serta keluarga jemaah.
“Kami sangat menyayangkan dan tidak terima hal itu terjadi. Pemberitaan tersebut menimbulkan kerisauan dan kegaduhan bagi mitra serta keluarga jemaah. Padahal tim kami di Arab Saudi sudah siap menyambut di Jeddah,” ujarnya.
Ia menyebut Arabia Tour merupakan PPIU yang mengantongi izin resmi Kementerian Agama dengan akreditasi A. Perusahaan tersebut juga menjadi penyedia visa sekaligus pemegang kontrak sewa penerbangan charter Lion Air dan Batik Air untuk rute Padang–Jeddah serta Padang–Kuala Lumpur–Jeddah.
Frekuensi penerbangan charter tersebut disebut mencapai lima hingga delapan kali dalam sebulan.
Senior Manager Arabia Tour and Travel Derry Alindra Dt. Patiah Marajo menambahkan, saat inspeksi mendadak yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (30/9), Arabia Tour sedang melepas keberangkatan 44 jemaah.
“Sidak kemarin memang ada di bandara, dan saat itu kami sedang melepas 44 jemaah Arabia Tour. Keberangkatan jemaah kami dilepas langsung oleh Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, Bapak M. Rifki,” kata Derry.
Menurut Derry, petugas memeriksa sejumlah dokumen perjalanan, mulai dari itinerary, pemesanan kamar hotel hingga asuransi.
Ia menyebut seluruh jemaah yang diberangkatkan pada 30 September 2026 telah tiba di Arab Saudi dan sedang menjalankan rangkaian ibadah serta ziarah di Madinah.
“Seluruh jemaah kami sudah berada di Madinah dalam keadaan bersuka cita. Proses kepulangan hingga sertifikat ibadah umrah pun sudah kami siapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat menggelar sidak bersama otoritas penerbangan, imigrasi, dan pemerintah daerah di BIM untuk memastikan perlindungan jemaah.
Dalam pengawasan tersebut, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki menyampaikan adanya laporan pembatalan keberangkatan calon jemaah pada salah satu penyedia jasa travel. Kondisi itu berdampak terhadap keterisian pesawat charter berkapasitas 180 kursi.
Kemenhaj Sumbar menyatakan akan melakukan pemeriksaan lanjutan ke kantor travel terkait untuk mendalami kendala teknis dan administrasi yang menyebabkan sejumlah calon jemaah gagal berangkat.
Sementara itu, Arabia Tour berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat sekaligus menjelaskan posisi perusahaan terkait pemberitaan mengenai keberangkatan jemaah umrah.(*)
Editor : Hendra Efison