PADEK.JAWAPOS.COM–Kualitas udara di Kota Padang pada Jumat pagi (2/10/2026) berada pada level yang mengkhawatirkan.
Pantauan terbaru menunjukkan udara di kota tersebut masuk kategori Tidak Sehat, sehingga warga perlu lebih waspada sebelum beraktivitas di luar rumah.
Data tersebut tercatat melalui Indeks Kualitas Udara (AQI⁺) pada platform IQAir. Pada pukul 08.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Padang menyentuh angka 182. Dengan angka itu, mutu atmosfer di wilayah tersebut secara resmi dikategorikan Tidak Sehat.
Baca Juga: PPh 22 Marketplace Mulai Dipungut 1 Oktober, Ini 4 Platform yang Ditunjuk
Status Tidak Sehat menunjukkan bahwa pencemaran udara di Padang sedang berada pada tingkat yang kurang baik bagi warga. Angka 182 menjadi potret kualitas udara kota ini pada pagi hari.
Data pemantauan menunjukkan particulate matter atau PM2.5 sebagai polutan utama yang menekan kualitas udara di Kota Padang. Partikel halus ini tercatat memiliki konsentrasi rata-rata yang menembus angka 100 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Dominasi PM2.5 itulah yang menjelaskan mengapa mutu udara di Padang merosot hingga masuk kategori Tidak Sehat. Pemantauan IQAir menempatkan partikel halus tersebut sebagai faktor pemicu utama penurunan kualitas udara di kota ini.
Baca Juga: Reshuffle 1 Oktober 2026, Ini Daftar Lengkap 18 Pejabat yang Dilantik
Selain menyajikan angka pencemaran, platform IQAir memberikan sejumlah imbauan bagi masyarakat ketika udara berada dalam kategori Tidak Sehat.
Platform IQAir menganjurkan empat langkah bagi masyarakat saat udara berada dalam kategori Tidak Sehat.
Pertama, warga disarankan menghindari olahraga di luar ruangan. Kedua, jendela sebaiknya ditutup agar udara luar yang kotor tidak masuk ke dalam rumah. Ketiga, masker perlu dipakai ketika berada di luar ruangan. Keempat, pemurni udara (air purifier) dianjurkan untuk dinyalakan.
Baca Juga: Indonesia 9-2 Bangladesh, Garuda Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup
Kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi kualitas udara secara berkala melalui platform IQAir.
Pemantauan rutin diharapkan membantu warga mengantisipasi risiko paparan polutan, terutama bagi mereka yang akan beraktivitas di luar ruangan.
Dengan memahami kondisi udara terkini, warga Padang dapat menentukan langkah yang sesuai, mulai dari menunda kegiatan di luar rumah hingga menyiapkan perlindungan diri seperti masker.
Baca Juga: LPJK RI Siap Kolaborasi dengan SYSU untuk Standar Engineering
Informasi yang diperbarui secara berkala menjadi pegangan penting selama kualitas udara berada pada kategori Tidak Sehat. (cc1)
Editor : Adetio Purtama