PADEK.JAWAPOS.COM–Perumda Air Minum Kota Padang meminta pekerjaan galian drainase di Jalan Maransi, Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, dikoordinasikan terlebih dahulu dengan tim teknis untuk mencegah kerusakan jaringan perpipaan.
Permintaan itu disampaikan setelah tim teknis Perumda melakukan evaluasi dan dokumentasi lapangan di area proyek drainase tersebut pada Jumat (2/10/2026).
Di lokasi, aktivitas penggalian dilakukan secara manual maupun menggunakan alat berat dan berada dekat dengan jaringan pipa distribusi serta pipa tersier.
Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengatakan pembangunan drainase tetap perlu didukung karena menjadi bagian dari pembenahan infrastruktur kota.
Namun, pekerjaan di sekitar jaringan air bersih membutuhkan pengamanan dan koordinasi agar tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
“Pada dasarnya Perumda Air Minum Kota Padang sangat mendukung pembangunan dan pembenahan infrastruktur kota. Namun, pengerjaan galian di lapangan hendaknya dilakukan dengan ekstra hati-hati, terutama di ruas jalan yang bersinggungan langsung dengan jalur perpipaan air bersih,” ujar Afriyanto.
Menurut Afriyanto, pipa distribusi maupun tersier dapat mengalami benturan, pecah, retak, atau gangguan pada sambungan apabila aktivitas penggalian tidak diantisipasi dengan baik.
Kerusakan jaringan dapat berdampak pada pelayanan. Kebocoran pipa berpotensi menurunkan tekanan air ke pelanggan.
Dalam kondisi tertentu, aliran juga dapat dihentikan sementara untuk proses isolasi dan perbaikan.
Selain mengganggu pelanggan, kebocoran yang tidak segera ditangani juga dapat meningkatkan angka kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) Perumda.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Perumda mengusulkan koordinasi sebelum pekerjaan galian dimulai.
Jalur perpipaan perlu diidentifikasi dan diberi tanda (marking) agar posisi jaringan diketahui sebelum alat digunakan.
Pada titik yang berdekatan dengan pipa, Perumda juga mengharapkan penggalian dilakukan secara manual untuk menyingkap posisi jaringan sebelum penggunaan alat berat.
Petugas teknis Perumda dapat dilibatkan dalam pengawasan bersama pada titik yang dinilai memiliki risiko tinggi.
Jika terjadi kebocoran, Perumda menyiapkan langkah isolasi dan perbaikan secepatnya.
Penanganan tersebut juga akan didokumentasikan sebagai bagian dari evaluasi NRW.
“Harapan kita bersama, pembangunan infrastruktur kota tetap berjalan lancar, jaringan air bersih Perumda terlindungi, dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tutup Afriyanto.(*)
Editor : Hendra Efison