20.791 Usaha Kuliner Aktif, Padang Ingin Tembus Pasar Gastronomi Global

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:36 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu dengan pelaku usaha sektor gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026). (Foto: Diskominfo)
Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu dengan pelaku usaha sektor gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026). (Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM-Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak pelaku usaha berkolaborasi mengembangkan sektor gastronomi agar kuliner daerah mampu menjangkau pasar internasional. Pemerintah Kota Padang menyiapkan kemudahan perizinan, investasi, serta pembenahan infrastruktur untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.

Hal itu disampaikan Fadly saat temu ramah bersama pelaku usaha gastronomi di Pangeran Beach Hotel, Jumat (9/10/2026).

Menurut Fadly, pengembangan gastronomi membutuhkan kerja sama pemerintah dan dunia usaha. Selain menjaga iklim investasi tetap kondusif, pemerintah kota berupaya meningkatkan pelayanan perizinan dan membenahi lingkungan serta infrastruktur.

Fadly mengatakan, Padang tengah mengupayakan pencalonan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 pada bidang gastronomi. Ia berharap keterlibatan pelaku usaha dapat mendukung proses tersebut.

“Saat ini, Kota Padang sedang mengikuti seleksi nasional tahap II untuk diusulkan sebagai nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun 2027 di bidang gastronomi. Kami mengharapkan kolaborasi para pelaku usaha agar cita-cita ini dapat terwujud,” ujar Fadly.

Kota Padang telah lolos Seleksi Nasional Tahap I UCCN 2027 oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) berdasarkan Keputusan Nomor SD/PE.07.00/52/D.1.6/2026 tertanggal 19 Agustus 2026. Hasil ini diraih setelah melalui penilaian berkas aplikasi (dossier) pada 6–11 Agustus 2026 dan rapat pleno 12 Agustus 2026.

Kota Padang masuk dalam daftar 6 Besar Nominasi UCCN 2027 dan bersaing di kategori Gastronomi bersama Kota Batu dan Kota Pangkal Pinang. Sementara daerah lain mengusung kategori berbeda, yakni Kabupaten Bantul (Crafts and Folk Arts), Kabupaten Sleman (Film), dan Kota Yogyakarta (Media Arts).

Setelah itu, pada seleksi tahap II September 2026, Wali Kota Padang Fadly Amran memaparkan langsung dokumen dossier UCCN 2027 di hadapan tim Panselnas. Selanjutnya tim Pansel akan memverifikasi kebenaran dan kedalaman isi dossier, sebelum diumumkan pada Oktober 2026.

Ia berharap pengembangan gastronomi dapat memperluas pengenalan kuliner Padang hingga ke pasar internasional. Menurutnya, keikutsertaan dalam jejaring kota kreatif dunia berpotensi membuka kesempatan bagi Padang untuk menggelar pameran gastronomi dan kegiatan berskala internasional.

“Kita ingin Kota Padang mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui pengembangan gastronomi. Kita ingin kuliner Kota Padang tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga dikenal secara global dan mampu menembus pasar internasional,” katanya.

20.791 Usaha Kuliner Aktif di Padang

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyebut terdapat sekitar 20.791 pelaku usaha kuliner aktif di Kota Padang. Usaha tersebut mencakup berbagai skala, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga usaha besar.

Fauzan turut melaporkan omzet gabungan sektor perhotelan, restoran, dan hiburan mencapai sekitar Rp1,3 triliun hingga September 2026. Angka tersebut merupakan akumulasi tiga sektor, bukan omzet usaha kuliner saja.

Menurut Fauzan, banyaknya pelaku usaha kuliner menjadi salah satu potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan sektor terkait. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan daya saing kuliner lokal.

Temu ramah tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza dan Ketua BPD PHRI Sumatera Barat Rina Pangeran. Hadir pula perwakilan organisasi usaha dan pariwisata, antara lain APINDO, HIPMI, ASITA, KADIN, organisasi perjalanan umrah dan haji, serta pelaku usaha gastronomi di Kota Padang. (*)

Editor : Heri Sugiarto
usaha kuliner fadly amran Unesco Creative Cities Network Gastronomi