Perbaikan Drainase Padang Berisiko Ganggu Distribusi Air, Pelanggan Diimbau Siaga

Suryani • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:25 WIB
Dua pekerja sedang menggali drainase di Jalan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sabtu (10/10/2026). (Humas Perumda AM Padang)
Dua pekerja sedang menggali drainase di Jalan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sabtu (10/10/2026). (Humas Perumda AM Padang)

PADEK.JAWAPOS.COM — Pekerjaan perbaikan dan pembangunan drainase di Kota Padang berpotensi mengganggu distribusi air minum jika aktivitas penggalian merusak jaringan pipa yang tertanam di dalam tanah. Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau pelanggan menyiapkan cadangan air dan memantau kualitas air setelah perbaikan jaringan.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Afriyanto, mengatakan pihaknya mendukung program Pemerintah Kota Padang dalam membenahi sistem drainase untuk mengurangi risiko genangan dan banjir serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.

Kondisi geografis Padang, mulai dari dataran rendah di kawasan pesisir hingga wilayah perbukitan yang menjadi bagian dari gugusan Bukit Barisan, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mitigasi bencana, termasuk risiko banjir.

"Namun, dalam pelaksanaan pekerjaan perbaikan dan pembangunan drainase, terdapat sejumlah tantangan yang dapat berdampak terhadap pelayanan air minum. Salah satunya adalah potensi terganggunya jaringan perpipaan yang tertanam di dalam tanah akibat aktivitas penggalian menggunakan alat berat," ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Perbaikan Drainase Padang Berisiko Merusak Pipa Air

Afriyanto menjelaskan, aktivitas penggalian berpotensi menyebabkan pipa distribusi maupun pipa sambungan pelanggan bocor atau pecah.

Petugas Perumda Air Minum Kota Padang perlu menangani dan memperbaiki kerusakan tersebut agar pelayanan kembali normal.

Kerusakan jaringan dapat mengakibatkan aliran air ke rumah pelanggan terganggu, bahkan terhenti sementara selama proses perbaikan.

Setelah pekerjaan selesai, petugas juga perlu memulihkan tekanan agar distribusi air kembali normal di wilayah terdampak.

Selain gangguan aliran, pelanggan berpotensi mendapati air keruh sementara setelah perbaikan jaringan.

Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pekerjaan dan pemulihan jaringan air minum.

"Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi agar gangguan pelayanan dapat diminimalkan. Kami memahami bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan penting bagi setiap keluarga, sehingga setiap gangguan pelayanan menjadi perhatian serius bagi kami," ucap Afriyanto.

Imbauan Perumda Air Minum Padang kepada Pelanggan

Untuk mengantisipasi gangguan, Perumda Air Minum Kota Padang menyarankan pelanggan menampung air secukupnya sebagai persediaan rumah tangga apabila aliran terhenti sementara.

Pelanggan juga perlu memeriksa kondisi air setelah perbaikan jaringan. Jika air terlihat keruh, biarkan mengalir beberapa saat dan periksa kembali sebelum digunakan.

Pelanggan tidak disarankan menggunakan air yang masih keruh untuk konsumsi atau memasak.

Jika kekeruhan tidak hilang, air berbau tidak normal, atau kondisinya meragukan, hentikan penggunaannya untuk konsumsi dan laporkan kepada Perumda Air Minum Kota Padang.

Selain itu, pelanggan yang melihat kebocoran, pipa pecah, atau kerusakan jaringan akibat pekerjaan drainase diminta segera melapor melalui kanal pengaduan resmi perusahaan.

Informasi yang cepat dan akurat dapat membantu petugas mengidentifikasi lokasi kerusakan dan mempercepat penanganan gangguan pelayanan.(*)

Editor : Hendra Efison
perbaikan drainase Padang jaringan pipa air kebocoran pipa gangguan distribusi air Perumda Air Minum Padang