Ketakutan yang pernah dirasakan pada peristiwa banjir bandang November 2025 lalu, kembali dialami oleh Wiwi Eka Putri bersama keluarganya. Banjir yang tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya di Lubuk Rayo, Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Koto Tangah, pada Sabtu (10/10), membuat dia dan keluarganya menyelamatkan diri ke atas loteng rumah sampai bantuan evakuasi datang. Seperti apa ceritanya?
Adetio Purtama, Padang--
Suasana pada Sabtu malam (10/10) di Masjid Al Hijrah, Jalan Raya Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, tampak berbeda dibandingkan hari biasa.
Puluhan masyarakat terlihat berkumpul dan beristirahat baik di luar dan dalam masjid. Mereka adalah masyarakat yang mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang kawasan Kampung Apa dan Lubuk Minturun pada Sabtu siang dan sore hari.
Baca Juga: Ketua RT di Lubukbegalung Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Tewas Sepekan Lalu
Di antara puluhan pengungsi itu, ada Wiwi Eka Putri bersama keluarganya. Video mereka yang menyelematkan diri ke atas loteng dari kepungan banjir viral di media sosial. Video itu menampilkan keluarga Wiwi yang harus bertahan di atas loteng bersama beberapa balita sembari menunggu pertolongan dan banjir surut.
Kepada Padang Ekspres, Wiwi bercerita tentang bagaimana dia bersama keluarga berhasil dievakuasi dari bencana banjir bandang tersebut.
Wiwi mengungkapkan, apa yang terjadi pada Sabtu (10/10) hampir sama dengan banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun lalu. Bedanya, pada tahun lalu air banjir banyak menghanyutkan material kayu, namun kali ini banjir tak membawa kayu dan meterial lainnya, namun mengalir deras.
Baca Juga: Ini 8 Jalan di Pasar Raya Padang yang Dilarang Jadi Lokasi Berjualan
“Saking derasnya banjir itu, pagar rumah kami sampai jebol. Air bahkan dengan cepat masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.
Ketika hujan deras tak berhenti dan air mulai mengenang dan memasuki rumah, Wiwi dan keluarganya berinisiatif untuk langsung menyelamatkan diri ke atas loteng.
Dengan menaiki tangga darurat yang telah dipersiapkan sebelumnya, satu per satu orang yang berada di dalam rumah naik ke atas loteng.
Baca Juga: 125 Peserta dari 35 Kampus Ikuti MQMN 2026 di UNP, 19 Lolos ke Final
“Jadi tahun lalu kejadian ini (banjir) juga terjadi. Karena trauma peristiwa yang sama terulang, ayah saya sengaja mempersiapkan tangga darurat di dalam rumah yang jika sewaktu-waktu banjir terjadi, maka kelurga bisa langsung naik ke atas loteng,” jelasnya.
Cukup banyak orang yang tinggal di rumah itu. Wiwi menyebut ada empat Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di dalam rumah. Bahkan sejumlah anggota keluarga terdiri dari anak-anak hingga bayi yang baru berumur tiga bulan.
“Setelah satu per satu keluarga naik ke atas loteng, terutama anak dan balita, saya kemudian merekam video. Tujuannya agar dikirim ke media sosial sehingga banyak orang yang tahu, dan bantuan segera datang,” kata Wiwi.
Baca Juga: Departemen Pariwisata UNP Gunakan BASIGI untuk Kelola RPS, Ini Manfaatnya
Ada sekitar satu setengah jam keluarga Wiwi berada di atas loteng. Sebenarnya bantuan evakuasi sudah datang, namun karena arus banjir yang sangat deras, maka petugas susah menjangkau sampai ke rumahnya.
“Jadi kami menunggu sampai hujan reda. Ketika air banjir mulai perlahan surut, petugas datang melakukan evakuasi kepada keluarga kami,” ujarnya.
Lebih jauh Wiwi bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka pada keluarganya. Ditambah tidak ada kerusakan berarti pada rumahnya. Hanya saja barang-barang rumah tangga ada beberapa yang rusak dan terendam banjir.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Sempat Posisi Kedua, Akhiri Moto3 Mandalika di Urutan Keenam
“Jadi kami mengungsi ke sini (Masjid Al Hijrah). Saat ini yang paling kami butuhkan selain makanan adalah kebutuhan dan perlengkapan anak-anak dan bayi,” ungkapnya.
Selain itu, Wiwi juga berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait untuk benar-benar mencari solusi terhadap kawasan tempat dia tinggal agar tidak terjadi lagi bencana banjir bandang di kemudian hari.
Lebih 50 Kepala Keluarga mengungsi
Sementara itu, Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama menjelaskan, Rio menjelaskan, ada sejumlah kawasan di Kecamatan Koto Tangah terdampak bencana banjir bandang, di antaranya Kampung Apa, Lubuk Minturun, dan Sungai Lareh.
Baca Juga: Kopi Bantjah di Lahan 29 Hektare, Produksi Green Bean Kelompok Petani Sekitar 200 Kilogram
Ia memastikan bahwa seluruh warga yang sempat terjebak banjir berhasil dievakuasi. Berdasarkan keterangan Rio, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
"Alhamdulillah semua warga kami yang sempat terjebak banjir berhasil dievakuasi. Kami juga bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka," ungkapnya.
Saat bantuan disalurkan, lebih dari 50 KK dilaporkan mengungsi di Kecamatan Koto Tangah. Salah satu lokasi pengungsian berada di Masjid Al Hijrah, Jalan Raya Kampung Apa.
Baca Juga: Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika 2026, Jorge Martin Rebut Puncak Klasemen
Untuk langkah lebih lanjut Rio menyebut akan melihat kondisi terlebih dahulu. Segala bentuk bantuan akan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak. (***)
Editor : Adetio Purtama