Biaya Kerja ke Jepang Sekitar Rp30 Juta, Warga RTM Limau Manis Selatan Dibantu Dana Talangan

Hendra Efison • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 19:02 WIB
Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, bersama Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah yang memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.
Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, bersama Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah yang memperoleh kesempatan bekerja di Jepang.

PADEK.JAWAPOS.COM— Biaya keberangkatan sekitar Rp30 juta per orang menjadi salah satu kendala yang perlu diatasi calon pekerja dari keluarga kurang mampu untuk bekerja di Jepang.

Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan menjalin kerja sama bersama investor untuk menyediakan dana talangan bagi peserta yang lolos seleksi kerja.

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, mengatakan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang memang diprioritaskan bagi warga dari Rumah Tangga Miskin (RTM).

Karena itu, forum berupaya agar keterbatasan biaya tidak menutup kesempatan peserta yang sudah memperoleh pekerjaan.

“Peserta program ini memang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, kami berupaya agar keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi mereka yang telah berhasil memperoleh kesempatan bekerja di Jepang,” ujar Budi.

Melalui skema tersebut, calon pekerja bisa memenuhi kebutuhan biaya awal keberangkatan. Pengembalian dana dilakukan secara bertahap setelah peserta mulai memperoleh penghasilan di Jepang.

Pelatihan menjadi pintu masuk kesempatan kerja

Program pemberdayaan ini tidak hanya menyediakan pelatihan bahasa. Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai budaya dan kebiasaan kerja di Jepang melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.

Salah satu peserta yang berhasil melewati tahapan persiapan dan seleksi adalah Kevin Blezynsky Jhonevan, warga Limau Manis Selatan dari keluarga RTM. Kevin memperoleh kesempatan bekerja di sektor pertanian di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki.

Kevin mengikuti pelatihan selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025. Setelah itu, ia menjalani proses pengujian dan seleksi untuk memperoleh pekerjaan di Jepang.

Dalam acara pelepasan pada Senin (12/10/2026), Kevin dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober 2026. Ia berharap dapat bekerja hingga lima tahun, sesuai kemungkinan perpanjangan kontrak, agar bisa membantu ekonomi orang tua, mendukung pendidikan dua adiknya, dan mengumpulkan modal usaha.

Sementara itu, Wardah Putri Maghfirah, peserta lain dari Limau Manis Selatan, memperoleh kesempatan bekerja di bidang perawatan lansia di Hanamonogatari, Prefektur Kanagawa. Saat acara pelepasan, Wardah masih menunggu penyelesaian dokumen dan Certificate of Eligibility (COE).

Pengembalian dana bertahap dan harapan program berlanjut

Budi berharap kesempatan kerja tersebut bisa membantu keluarga peserta memperbaiki kondisi ekonomi. Menurutnya, jika warga dari kelompok RTM memperoleh penghasilan dan memiliki peluang menabung, kesempatan itu berpotensi mengurangi ketergantungan ekonomi keluarga.

“Harapannya, kesempatan ini dapat membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga dan membuka peluang bagi mereka untuk keluar dari kategori rumah tangga miskin,” ujarnya.

Forum juga berharap program pelatihan bahasa dan budaya Jepang berlanjut pada 2027 dengan dukungan PT Semen Padang.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari Basinergi Membangun Nagari. Pelaksanaannya melibatkan Forum Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Limau Manis Selatan dan Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh.

Sebelum Kevin, seorang warga dari Kelurahan Koto Lua sudah lebih dahulu berangkat ke Jepang melalui program serupa. Kevin menjadi warga kedua yang berhasil diberangkatkan melalui program tersebut, sedangkan Wardah diharapkan menyusul setelah persyaratan keberangkatannya selesai.

Skema dana talangan ini menjadi bagian penting dalam membuka akses kerja bagi warga kurang mampu. Namun, calon peserta tetap perlu memahami besaran kewajiban, mekanisme pengembalian, dan ketentuan pendanaan sebelum menyetujuinya.(*)

Editor : Hendra Efison
dana talangan kerja Jepang biaya kerja ke Jepang warga RTM Padang Forum Pemberdayaan Masyarakat pelatihan bahasa jepang