Program Pelatihan Kerja ke Jepang di Pauh Berlanjut, Kevin Jadi Warga Kedua yang Berangkat

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Forum Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis Selatan bersama PT Semen Padang mendukung program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi warga dari keluarga RTM. (Dok. PT Semen Padang)
Forum Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis Selatan bersama PT Semen Padang mendukung program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi warga dari keluarga RTM. (Dok. PT Semen Padang)

PADEK.JAWAPOS.COM— Program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi warga Kelurahan Limau Manis Selatan dan Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, membuka akses kerja luar negeri bagi masyarakat dari keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM).

Melalui program tersebut, Kevin Blezynsky Jhonevan menjadi warga kedua yang berhasil memperoleh kesempatan bekerja di Jepang, setelah seorang warga Koto Lua lebih dahulu berangkat melalui program serupa.

Program ini merupakan bagian dari Basinergi Membangun Nagari yang dijalankan melalui Forum Pemberdayaan Masyarakat di dua kelurahan tersebut dengan dukungan PT Semen Padang.

Selain memberikan bekal bahasa dan budaya, program ini juga berupaya membantu peserta menghadapi kendala biaya awal keberangkatan.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, mengatakan Kevin menjadi warga kedua yang berhasil diberangkatkan melalui program tersebut.

Sementara itu, Wardah Putri Maghfirah, peserta dari Limau Manis Selatan, diharapkan menyusul setelah persyaratan keberangkatannya selesai.

Membuka akses kerja bagi keluarga RTM

Kevin berasal dari keluarga RTM di Limau Manis Selatan. Ia memperoleh kesempatan bekerja di sektor pertanian di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki, Jepang, setelah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center.

Pelatihan Kevin berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga Desember 2025. Setelah mengikuti pembelajaran, ia menjalani proses pengujian dan seleksi untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang.

Dalam acara pelepasan di Kantor Lurah Limau Manis Selatan, Senin (12/10/2026), Kevin dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober 2026.

Ia berharap bisa bekerja hingga lima tahun, sesuai kemungkinan perpanjangan kontrak, untuk membantu ekonomi orang tua, mendukung pendidikan dua adiknya, dan menyiapkan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Wardah, lulusan S1 Ilmu Politik Universitas Andalas berusia 25 tahun, memperoleh kesempatan bekerja di bidang perawatan lansia di Hanamonogatari, Prefektur Kanagawa. Saat acara pelepasan, ia masih menunggu dokumen dan Certificate of Eligibility (COE).

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, mengatakan program tersebut memang diprioritaskan bagi warga dari keluarga RTM. 

Dana talangan dan harapan untuk 2027

Salah satu kendala yang dihadapi calon pekerja adalah biaya keberangkatan yang mencapai sekitar Rp30 juta per peserta.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, forum menjalin kerja sama dengan investor guna menyediakan dana talangan yang pengembaliannya dilakukan bertahap setelah peserta mulai memperoleh penghasilan di Jepang.

Budi berharap program pelatihan bahasa dan budaya Jepang dapat berlanjut pada 2027 dengan dukungan PT Semen Padang. Ia menilai program ini berpotensi memperluas kesempatan kerja bagi warga yang selama ini terbatas aksesnya karena kondisi ekonomi.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Limau Manis Selatan, Abu Nasir, mengapresiasi program tersebut karena dinilai tepat sasaran dan memberikan manfaat konkret.

Ia berpesan agar peserta menjaga kepercayaan dan memanfaatkan kesempatan kerja sebaik-baiknya.

Sekretaris Lurah Limau Manis Selatan, Damsiar, juga mengapresiasi kolaborasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat.

Menurutnya, kerja sama semacam ini perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan perusahaan memandang pengembangan masyarakat sebagai proses jangka panjang.

Program pemberdayaan, menurutnya, tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan penciptaan manfaat berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Hernes berharap peserta memanfaatkan kesempatan bekerja di Jepang untuk menabung dan menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih mandiri setelah kembali ke Tanah Air.

Ia juga berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menciptakan lapangan kerja pada masa mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
Forum Pemberdayaan Masyarakat pelatihan kerja Jepang Padang warga RTM pt semen padang Basinergi Membangun Nagari