Pengurus Forum Nagari Dilatih agar Program CSR Semen Padang Tepat Sasaran

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Jajaran Unit CSR PT Semen Padang bersama peserta pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat di Diklat PT Semen Padang, 22–23 Oktober 2026.
Jajaran Unit CSR PT Semen Padang bersama peserta pelatihan peningkatan kapasitas pengurus Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat di Diklat PT Semen Padang, 22–23 Oktober 2026.

PADEK.JAWAPOS.COM—PT Semen Padang melatih pengurus Forum Nagari dan Forum Pemberdayaan Masyarakat dari 12 kelurahan di Kota Padang agar mampu mengelola Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) secara transparan dan menyusun kegiatan sesuai kebutuhan warga.

Pelatihan yang digelar Unit Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang berlangsung selama dua hari, 22–23 Oktober 2026, di Diklat PT Semen Padang. Pesertanya berasal dari 12 kelurahan di tiga kecamatan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, mengatakan keberhasilan Program BMN tidak hanya bergantung pada dukungan pendanaan, tetapi juga pada kemampuan pengurus dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi program.

Menurut dia, forum memiliki peran penting dalam menampung aspirasi masyarakat, menyusun rencana kegiatan, serta memastikan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kelurahan.

“Di tengah tantangan tata kelola dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, investasi terbaik yang bisa kita lakukan adalah investasi sumber daya manusia melalui pelatihan peningkatan kapasitas seperti ini,” kata Hernes.

Pengurus Forum Didorong Petakan Kebutuhan Warga

Melalui pelatihan tersebut, PT Semen Padang berharap pengurus forum semakin memahami regulasi, tata kelola, dan administrasi program. Peserta juga diharapkan mampu mengidentifikasi potensi serta memetakan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing.

Kemampuan itu diperlukan agar usulan kegiatan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi berangkat dari kebutuhan nyata warga dan memiliki sasaran yang terukur.

Hernes menegaskan, dana CSR yang disalurkan melalui Program BMN harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, bukan hanya dinikmati segelintir orang atau kelompok tertentu.

Karena itu, pengurus forum perlu menerjemahkan aspirasi warga menjadi program yang tepat sasaran. Perencanaan dan pelaksanaannya juga perlu melibatkan pemerintah kelurahan, lembaga adat, serta unsur masyarakat lainnya agar selaras dengan prioritas pembangunan setempat.

Hernes berharap pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pengurus untuk memperkuat kemampuan sekaligus memperbaiki tata kelola organisasi.

Ia juga meminta peserta aktif berdiskusi dan memanfaatkan materi dari narasumber untuk meningkatkan kredibilitas, transparansi, dan akuntabilitas forum.

Forum Berbagi Pengalaman Pelaksanaan BMN

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Koto Lua, Novial, menilai pelatihan tersebut bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas pengurus sekaligus memperkuat komunikasi ant forum.

Menurut dia, pertukaran pengalaman memberi kesempatan kepada pengurus untuk mendiskusikan pelaksanaan Program BMN, berbagi cara menghadapi kendala, dan memperkuat koordinasi.

Novial berharap kegiatan serupa berlanjut sehingga pengurus forum semakin siap menjalankan program yang efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pelatihan dibuka Hernes dengan menghadirkan Koordinator Local Community Organizer (LCO) Program BMN, Zulmaidi, dan LCO Kelurahan Tarantang, Dodi Putra Tanjung, sebagai narasumber. (*)

Editor : Hendra Efison
program BMN pt semen padang pemberdayaan masyarakat dana csr Forum Nagari