Masjid Islamic Center Padangpanjang memiliki Monumen Al Quran yang megah sebagai ikon baru bernuansa religi di Kota Serambi Mekkah ini. Saat ini, pengerjaannya hampir rampung. Sudah naik ke pondasi tiang monumen yang didirikan di halaman masjid itu.
Monumen raksasa seberat 250 kg itu, merupakan sumbangan dari Alumni A 81 SMP Padangpanjang. Saat ini sudah berhasil dinaikkan ke tiang penyangga setinggi 7 meter dengan bantuan crane.
Pembangunan Monumen Al Quran yang terdiri dari Surat Shad Ayat 6-36 di Islamic Center, diawali dari ramah tamah Wali Kota Fadly Amran Datuak Paduko Malano bersama Ketua Alumni Angkatan 81 SMP Padangpanjang, Zulmawi Munir pada Februari 2021 lampau.
Zulmawi menyampaikan keinginan untuk menyumbangkan Patung Bundo Kanduang dan Patung Kuda, yang direncanakan terpasang di Lapangan Bancalaweh.
Namun, hal tersebut tidak mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangpanjang karena kota ini dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah.
"Karena tidak mendapat dukungan MUI, muncullah ide Bapak Wako Fadly untuk membuat Monumen Al Quran sewaktu beliau diundang dalam malewakan gala Datuak Saidi pada 10 Juni 2021 lalu," kenang Zulmawi kepada Dinas Kominfo Padangpanjang.
Pembicaraan Monumen Al Quran dilanjutkan saat berkunjung ke rumah ahli ukir di Bantul, Yogyakarta, Yulhendri yang juga merupakan putra Padangpanjang.
Ia merasa terpanggil menyumbangkan karyanya di kampung halaman, dan diselesaikan selama empat bulan.
Dikatakannya, para alumni merasa senang peresmian Monumen Al Quran bertepatan dengan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXIX Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Kota Padangpanjang.
"Begitulah sejarah Monumen Al Quran ini, yang bakal berdiri megah di tengah halaman Islamic Centre. Insyaa Allah akan diresmikan Bapak Wako Fadly pada 12 November 2021 mendatang," ujar Zulmawi.
Pihak alumni berharap monumen ini langkah awal dari para alumni dari berbagai angkatan, untuk ikut berpartisipasi terhadap kampung halaman. Ini bisa menjadi ikon Padangpanjang sebagai Kota Serambi Mekkah.
"Monumen ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya, dengan bertambahnya kunjungan wisatawan ke Islamic Centre. Harapan terakhir dari kami, agar monumen dapat dipelihara secara berkala. Karena umur ekonomis monumen ini diperkirakan 20 tahun," harap Zulmawi.
Pihak alumni juga berterima kasih kepada Pemko khususnya Dinas PUPR yang turut berperan aktif dalam pemasangan monumen.
Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran Datuak Paduko Malano saat meninjau monumen berbahan tembaga itu pada Minggu (31/10) sore lalu, meminta agar pembangunan monumen segara dirampungkan.
Proses pembangunan ini ditargetkan selesai dan bisa diresmikan bertepatan dengan pembukaan MTQ Nasional XXXIX Tingkat Sumatera Barat di Kota Padangpanjang pada 12 November mendatang. Seremoni pembukaan bakal digelar 13 November 2021.
“Monumen Al Quran ini diharapkan bisa menjadi magnet tersendiri bagi warga kota maupun masyarakat luar Padangpanjang yang berkunjung ke Islamic Center. Dan bisa menjadi ikon baru bagi kota yang berjuluk Serambi Mekkah ini,” ujar Fadly.
Ketua KNPI Sumbar itu juga mengucapkan terima kasih kepada Alumni A 81 SMP Padangpanjang yang sudah menyumbangkan pembangunan Monumen Al Quran ini.
Sekko Padangpanjang Sonny Budaya Putra menambahkan, begitu pendirian monumen ini selesai, pemko akan melengkapi areanya dengan air mancur dan kolam untuk menambah keindahannya.(rel/wrd)